Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Mendikbudristek Nadiem Makarim Ingatkan Prokes Sepanjang Pembelajaran Tatap Muka

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menilai saat ini banyak siswa merindukan belajar di sekolah. Namun walau banyak yang menginginkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), diingatkan Nadiem proses PTM tetap menjaga penerapan protokol kesehatan.

“Semua rindu untuk kembali tatap muka di sekolah. Walau masih terbatas, beberapa sekolah sudah mulai kembali beraktivitas di sekolah. Kalau sudah bisa kembali tatap muka terbatas di sekolah, jangan lupa untuk tetap jaga protokol kesehatan ya,” tulis Nadiem dalam sebuah unggahan di Instagram pribadinya, dikutip pada Rabu (9/6).

Nadiem juga mengajak semua pihak supaya secara bertanggung jawab menjaga sekolah menjadi tempat yang aman dari penularan Covid-19.

“Yuk bersama bertanggung jawab menjadikan sekolah tempat yang aman dan sehat bagi semua,” tekannya.

Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan PTM terbatas bukan berarti semua siswa wajib belajar di sekolah. Namun bergantung pada kesediaan orang tua atau wali murid tiap siswa.
“Ingat keputusan akhir seorang siswa boleh kembali tatap muka ada di tangan orang tua atau wali,” tegasnya.

Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan, PTM Terbatas hanya dilaksanakan maksimal dua jam per pertemuan. Tiap minggunya pertemuan hanya digelar dua kali.

“Yang selama ini kurang tepat, yang benar namanya Sekolah Tatap Muka Terbatas. Artinya apa? Satu kelas hanya diisi 25 persen, maksimal pembelajaran 2 jam dan 1 minggu hanya 2 kali,” kata Jokowi dalam pertemuan dengan pimpinan media di Istana Merdeka, Senin (7/6).

Menurut Jokowi, pelaksanaan Sekolah Tatap Muka Terbatas harus mulai dicoba. Syaratnya, melihat kondisi wilayah tersebut yang sudah terkendali.

“Harus mulai dicoba. Negara lain sudah melakukan Sekolah Tatap Muka. Tapi harus ketat protokol kesehatan,” ujar Presiden yang selalu setia memakai baju putihnya.

Sekolah Tatap Muka Terbatas ini juga, menurut dia, bisa meringankan beban orangtua, murid dan guru. Karena bagaimana pun pembelajaran tatap muka masih tetap diperlukan.

(Ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.