Banner sumsel

Mendikbud Bilang Siswa SMK akan Diberi Sertifikat Internasional 

 

JAKARTA, koranindonesia.id- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan mendapat sertifikat bertaraf internasional sesuai dengan bidang kemahiran atau keahlian.
Dikatakan Effendy sekarang anak SMK itu selain mendapatkan ijazah yang lebih penting pelajar juga dapat ksertifikat kemahiran. Dikatakannya sertifkasi yang diberikan yaitu terdiri atas sertifikasi nasional oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan sertifikasi internasional sesuai bidang keahlian, seperti sertifikasi Organisasi Maritim Internasional (IMO) bagi yang menempuh pendidikan di bidang kelautan.

“Kalau jurusan perhotelan ya sertifkasi dari asosiasi hotel internasional,” ungkapnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (7/10/2019).
Dijelaskan Muhadjir hal tersebut dilakukan agar siswa SMK bisa mendapatkan kualifikasi keahlian yang baik, menempati posisi strategis pada setiap perusahaan, serta memperoleh penghargaan yang sama dengan tenaga kerja dari negara lain.

“selama ini lulusan SMK hanya menjadi bawahan atau anak buah dari suatu perusahaan meskipun sebagian besar pekerjaan dan tugas dari perusahaan tersebut ditangani oleh lulusan Indonesia,” terangnya.

Muhadjir mencontohkan, mayoritas para lulusan SMK jurusan kelautan yang bekerja di perusahaan asing hanya menjadi anak buah kapal karena dianggap tidak memiliki keahlian sehingga diharapkan dengan sertifikat itu mereka akan mendapat pengakuan yang sama seperti pelaut dari luar.

Ditambahkannya dalam mendapatkan sertifikat tersebut akan ada tiga proses yaitu siswa diuji sesuai keahliannya, guru pengajar harus diuji oleh penguji untuk membuktikan bahwa ia berhak mengajar siswa dengan keahlian tersebut, dan penguji harus bersertifikat.

Selain itu, saat ini pemerintah sedang melakukan revitalisasi terhadap 5 ribu SMK yang ditargetkan rampung pada 2024 dengan mengajak industri untuk menyusun kurikulum agar lulusan SMK memenuhi persyaratan agar dapat diterima di dunia kerja.

“Anggarannya tidak terlalu besar sekitar Rp4,3 triliun. Sebetulnya masih jauh dari target karena jumlah SMK kita kan 14 ribu,” tandasnya.  (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.