Banner Pemprov 2020
Banner september

Mendikbud Bangga 60.000 Guru Ikuti Program Pembelajaran Berbasis TIK

Jakarta,koranindonesia.id-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim bangga karena lebih 60 ribu guru dari seluruh Indonesia mengikuti Program Pembelajaran Bebasis TIK (Pemba TIK). Tidak hanya karena telah melalui berbagai tahapan program secara daring, tapi juga karena semangatnya untuk terus mengembangkan diri bagi para murid.

Program Pemba TIK, ini merupakan inisiatif dari Pusdatin Kemendikbud, khususnya Rumah Belajar Kemendikbud yang telah menjadi wadah bersama untuk terus berinovasi dalam mengajar.

“Saya ingin menyampaikan betapa bangganya saya, ketika mengetahui program pelatihan guru PembaTik pada tahun ini, diikuti lebih dari 60 ribu guru atau naik hingga seribu persen. Peningkatan dari pertama kegiatan ini diselenggarakan dua tahun lalu,” ujar Nadiem pada kuliah umum “Berbagi inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar,” secara daring di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Nadiem menjelaskan, angka itu merupakan pencapaian yang luar biasa, dan juga menjadi penanda banyak guru yang ingin meningkatkan kemampuannya dalam mengimplementasikan teknologi ke dalam proses belajar. “Kita semua mengalami masa pandemic Covid-19 ini,  situasi memaksa kita untuk lebih keras dan lebih cerdas, sehingga pembelajaran dapat berlangsung,” paparnya.

Disebutkan, kompetensi guru dan penguasaan teknologi mejadi krusial atau sangat penting. Nadiem menambahka para guru Pemba Tik tersebut merupakan bibit guru penggerak. “Guru-guru dengan inisiatif dan semangat tinggi untuk terus berpacu dengan tuntutan zaman. Tantangan di masa depan bukan berarti akan lebih mudah,” ucap Nadiem.

Nadiem berharap, semangat gotong royong yang semakin mantap di masa pandemi dapat diteruskan, agar para guru lebih siap beradaptasi dan siap melakukan tindakan, serta tidak lagi menunggu perubahan itu terjadi.

“Saya juga ingin mengapresiasi bapak dan ibu guru Duta Rumah Belajar yang tanpa pamrih menjadi contoh di daerah masing-masing dalam melakukan inovasi pembelajaran. Kami segenap jajaran di Kemendikbud terus mendukung inisiatif berinovasi bapak ibu guru semua,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie mengatakan, PembaTik  merupakan sebuah gagasan bagaimana para pendidik berkolabrorasi untuk meningkatkan kompetensi TIK. Pada tahun 2020 aktivitas PembaTik mengacu pada standar kompetensi UNESCO dimana ada empat level yakni level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi.

“Pada level literasi, para guru diperkenalkan dengan TIK dasar, baik dari sisi definisi, konsep, perangkat, dan bagaimana memanfaatkan internet secara sehat dan aman,” kata Hasan.

Sementara untuk level implementasi yang mana para guru sudah masuk pada pembelajaran abad 21 yang mana banyak hal yang bisa dicoba di lapangan dan disesuaikan dengan fitur Rumah Belajar. “Pada level implementasi, proses berlangsung secara maya karena masa pandemi COVID-19,” tutur Hasan.

Sedangkan, level ketiga adalah level kreasi, yang mana praktik baik pembelajaran dapat dinikmati bersama, baik dalam bentuk media pembelajaran, video, dan lainnya. “PembaTIK pada level empat merupakan guru yang tersaring dari sekian ribu peserta, dan mampu secara komunikatif membagikan semua kemampuan yang mereka miliki. Entah dalam membuat video, artikel, atau melakukan komunikasi efektif lainnya,” jelasnya.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.