Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

Menag : Perayaan Imlek Kebahagian Seluruh Masyarakat Indonesia

Jakarta,koranindonesia.id-Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Hari Raya Imlek memiliki kesan tersendiri karena bukan hanya membawa kegembiraan bagi masyarakat Tionghoa, khususnya umat Konghucu, tetapi juga kegembiraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Hal ini disampaikan Menag Yaqut dalam Konferensi Pers bersama Menteri Koordinator PMK Muhajir Effendy dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/2/2021).

Ia mengungkap kenangan tak terlupakan saat perayaan Imlek. Kala itu, sewaktu kecil tinggal di lingkungan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah. Ia berkisah, pondok pesantren milik keluarganya ini berdekatan dengan pemukiman Tionghoa.

Setiap tiba perayaan Imlek, ia turut merasakan suasana semaraknya. Mulai dari arak-arakan barongsai hingga bagi-bagi angpao. Bahkan, ia besama para santri ikut datang ke rumah saudara-saudara Tionghoa yang tengah merayakan Imlek dan berburu angpao. Rasa persaudaraan dan kerukunan saat itu amat berkesan.

“Dan kita senang sekali karena mendapatkan angpao pada waktu itu,” ungkap Menag.

Rasa persaudaraan, kebahagiaan, dan kebersamaan saat itu masih dirasakan  hingga saat ini. Namun meriahnya perayaan Imlek kala itu, menurut Menag, saat ini harus disesuaikan.

Karena, Hari Raya Imlek  pada 12 Februari 2021 akan dirayakan di tengah situasi pandemi COVID-19 masih mewabah. “Nah situasi sekarang berbeda, Indonesia dan dunia sedang mengalami pandemi COVID-19. Saya kira umat Konghucu juga harus mawas diri bahwa perayaan Imlek itu bisa dirayakan dengan cara yang sederhana dan mematuhi protokol kesehatan,” ungkap Gus Menteri.

Pihaknya sudah berkomunikasi dengan tokoh-tokoh Konghucu dan tokoh Tionghua untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama perayaan Imlek tahun ini. Salah satunya, dengan melakukan perayaan secara virtual.

“Saya kira saling mengunjungi atau silaturahmi bisa diganti dengan cara-cara saling menjaga satu dengan yang lainnya dari pandemi COVID-19. Misalnya dengan cara virtual,”imbuhnya.

Menag meyakini, meskipun dirayakan dengan sederhana, Imlek tidak akan kehilangan maknanya sebagai momen bagi umat Konghucu mengungkapkan rasa syukur. “Ini momen bersyukur bahwa selama setahun dalam perlindungan dan keberkahan dari Tuhan dan berharap di tahun berikutnya akan mendapatkan keberkahan dan perlindungan yang lebih baik lagi,” pesan Menag.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.