Banner sumsel

Mempermudah Persidangan, Lima Tersangka Kasus Meikarta Dipindah ke Bandung

JAKARTA,koranindonesia.Id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara lima tersangka kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi sekaligus memindahkan penahanan kelima tersangka ke dua rumah tahanan (Rutan) di Bandung, Jawa Barat. Ini dimaksudkan untuk memudahkan proses persidangan.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan JPU KPK merencanakan akan melimpahkan berkas perkara 5 orang ini ke PN Bandung, untuk kemudian menunggu penetapan jadwal sidang dan majelis hakim di Bandung.

Lima terdakwa tersebut adalah, Bupati Bekasi periode 2017-2022 Neneng Hassanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

Dikatakan Febri Adapun persidangan terhadap mereka, direncanakan berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Rabu (20/02/2019) kemarin, KPK juga telah memindahkan lokasi penahanan mereka ke Bandung.

“Dilakukan pemindahan penahanan terhadap lima orang terdakwa dalam kasus suap terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/02/2019).

Ditambahkan Febri penahanan terhadap Neneng Hassanah Yasin, Dewi Trisnawati, dan Neneng Rahmi, dilakukan di Lapas Wanita Sukamiskin. Sedangkan terhadap Jamaludin dan Sahat MBJ Nahor, dilakukan penahanan di Rutan Kebon Waru Bandung.

“Para terdakwa tersebut telah sampai di Bandung pada siang hari di rutan masing-masing, mereka akan dititipkan disana untuk mempermudah proses pengadilan,” terangnya.

Selain itu, hari ini Pengadilan Tipikor Bandung juga akan mengagendakan pembacaan putusan, terhadap empat terdakwa lain yang telah terlebih dahulu diajukan ke persidangan. Empat terdakwa itu, yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, pegawai Lippo Group Henry Jasmen, serta dua konsultan Lippo Group Taryudi dan Fitra Djaja Purnama.

Menurut Febri, pihaknya meyakini dakwaan-dakwaan yang diajukan KPK telah terbukti di persidangan. Sebagian besar pihak terdakwa telah mengakui dan jika masih ada yang menyangkal tentang perbuatannya, kami telah hadirkan bukti yang relavan untuk membuktikan dakwaan KPK.

“KPK juga akan uraikan pembuktian terkait dugaan peran korporasi dalam kasus ini,” tandasnya. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.