Banner sumsel

Melanggar, Truk Batubara Didenda Rp500.000 Hingga Dikandangkan

PALEMBANG, koranindonesia.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) akan menindak angkutan batubara yang masih membangkang dengan melewati jalan umum.

Tindakan itu dilakukan setelah Pergub Nomor 23/ 2012 resmi dicabut oleh Gubernur Sumsel Herman Deru dan dikembalikan ke Perda Nomor 5/ 2011 yang berisi pengangkutan batubara dilakukan melalui jalur khusus batubara.

Kepala Dishub Sumsel Nelson Firdaus mengatakan, tindakan tegas akan diterapkan kepada truk pengangkut batubara yang tetap membandel melewati jalan umum. Bahkan, truk tersebut akan dikandangkan jika kedapatan oleh petugas saat beropersi mengangkut batubara di jalan umum.

“Dari tilang hingga dikandangkan akan kami lakukan, jika masih tetap lewat jalan umum, kami melaksanakan tugas sesuai aturan setelah pencabutan Pergub,” ungkap Nelson, Rabu (7/11/2018).

Denda tilang kepada truk batubara yang bandel, menurut Nelson berkisar antara Rp150.000 – Rp500.000, sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Jika perlu, truk itu akan dikandangkan dan tak lagi diizinkan beroperasi.

“Kami kandangkan, siap-siap saja kalau masih melanggar,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) II/ Sriwijaya, untuk ikut terlibat dalam pengaturan lalu lintas, dan mengawasi seluruh truk batubara untuk tidak kembali melewati jalan umum, sehingga pelaksanaan itu tetap berlangsung.

“Para pengusaha juga harus mendukung, Denpom dan Polres daerah sudah dikoordinasikan untuk penertiban truk batubara yang masuk ke jalan umum,” pungkasnya.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.