Pemprov Ramadhan
Banner april lebaran

Melalui Vaksinasi, Sulsel Ikut Perang Global Melawan COVID-19

JAKARTA, koranindonesia.id – Perang melawan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang kini menggerogoti dunia dan menjadi momok menakutkan bagi penghuninya sudah memasuki babak baru dengan mulai dilakukan vaksinasi bagi manusia untuk mendapat kekebalan dari paparan virus corona.

Vaksinasi kini mulai gencar dilakukan di berbagai belahan dunia, guna meningkatkan kekebalan tubuh agar mampu bertahan terhadap virus yang telah merenggut nyawa sekitar 2,21 juta jiwa di seluruh negara, tidak terkecuali di Indonesia.

Di Indonesia jumlah orang yang terpapar corona sudah melebihi angka psikologis  juta orang dengan korban meninggal mencapai 29.518 jiwa pada akhir Januari 2021 ini.  Lima provinsi mencatat korban terbanyak yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Grafik laju penyebaran COVID-19 di Indonesia sejak virus itu dinyatakan masuk pada Maret 2020 belum menunjukkan garis landai sehingga vaksinasi pun menjadi solusi penting untuk menekan angka persebaran. Dengan asumsi makin banyak orang yang mempunyai kekebalan maka sebaran virus makin ditekan.

Masalahnya, tidak semua paham tentang penyakit virologi dan fungsi dari vaksinasi, apalagi banyak info menyesatkan di media sosial yang membuat masyarakat menjadi ragu ikut program vaksinasi.

Pemerintah tidak tinggal diam, demi menyukseskan pelaksanaan vaksinasi di masyarakat, Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai upaya dalam memupuk kepercayaan masyarakat.

Pemerintah terus mengedukasi bahwa penyakit yang belum ada obatnya ini hanya bisa ditangkal dengan menumbuhkan antibodi tubuh agar secara biologis bisa menghancurkan virus corona. Untuk menumbuhkan antibodi virus corona maka tubuh harus mendapat mengidentifikasi virus itu dengan cara vaksinasi yaitu memasukkan virus yang sudah dilemahkan atau virus yang sudah mati ke dalam tubuh.

Tidak hanya soal pemahaman vaksinasi, dalam pelaksanaan suntik vaksin perdana Presiden Joko Widodo bersama sejumlah pejabat pada 13 Januari lalu juga menjadi rombongan pertama yang divaksin.

“Saya memulai ikhtiar besar sebagai warga negara Indonesia untuk terbebas dari pandemi ini dengan menerima vaksin COVID-19,” kata Presiden Jokowi melalui laman instagramnya sesaat setelah disuntik vaksin COVID-19.

Langkah ini pun diikuti oleh berbagai kepala daerah di Indonesia, termasuk Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah beserta jajarannya dan Forkopimda di wilayah ini.

Pelaksanaan vaksinasi bukan hanya sebagai ikhtiar, namun bagian dari implementasi tanggungjawab pemerintah untuk terus hadir mengawal keselamatan warganya.

Menurut Epideomolog dari Universitas Hasanuddin Prof Ridwan Amiruddin, vaksin merupakan wujud dari keberadaan negara yang hadir untuk melindungi warganya dan warga tidak boleh menolak untuk dilindungi karena ini berkaitan dengan kedaulatan negaranya, dilansir antara.

Ridwan menegaskan, vaksin ini diharapkan untuk memberi perlindungan kelompok maupun individu. Semakin tinggi cakupan vaksin maka semakin tinggi pula perlindungan.

(ant)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.