Bhintan Shalawat

Media Massa Berperan Mengedukasi Masyarakat Terhadap Bencana

JAKARTA,koranindonesia.Id – Media massa memiliki peran besar dalam memberikan informasi kebencanaan kepada masyarakat. Pada akhirnya mereka dapat selamat atau mengurangi risiko bencana. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letnan Jenderal TNI Doni Monardo di hadapan awak mediadi Graha BNPB, Jakarta.

“Peran media dalam keterbukaan informasi dan akses media menjadi ujung tombak dari bangsa untuk mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Doni yang didampingi pakar dari BMKG, LIPI, BPPT, dan PVMBG.

Doni menambahkan bahwa media massa dapat terus mengedukasi dan mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu tangguh. Ini tentu tidak terlepas potensi bahaya yang ada di tanah air, seperti bencana alam, bencana non alam dan bencana akibat ulah manusia.

“Di tiap daerah berbeda ancaman bahayanya,” ujar Doni. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemahaman karateristik ancaman bahaya perlu untuk digali dan diinformasikan kepada masyarakat. Mereka yang berada di kawasan bahaya diharapkan untuk mengetahui risiko dan upaya mitigasi dalam menghadapi bahayanya.

“Media punya peran luar biasa. Informasi hendaknya tidak membuat risau tetapi semakin masyarakat tahu dan sadar, sehingga bangsa kita bisa saling mengingatkan dan mengontrol. Ini dalam meminimalkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian.”

Dalam memberikan informasi yang berkualitas, BNPB tidak hanya mengajak media massa tetapi juga para pakar. Pada kesempatan ini, para pakar membekali para wartawan sehingga kualitas informasi kepada publik menjadi lebih baik. Upaya tersebut dirangkum oleh Doni menjadi sebuah konsep pentahelix dimana melibatkan para akedemisi, dunia usaha, pemerintah, masyarakat dan media.

Doni berpesan kepada para wartawan untuk belajar dan mencari tahu data-data sehingga itu dapat membantu mereka dalam penyusunan informasi kepada masyarakat. Sementara itu, Dr. Widjo Kongko menyatakan bahwa menyajikan informasi ke masyarakat juga perlu untuk diperhatikan oleh para wartawan. “Ada informasi ke publik yang kadang-kadang disalahpahami,” ujar Widjo.

Pertemuan hari ini  memberikan ruang bagi wartawan untuk mendapatkan pengetahuan terkait kebencanaan tidak hanya dari BNPB tetapi juga para pakar seperti Dr. Widjo Kongko (BPPT), Dr. Daryono (BMKG), Dr. Dani Hilman Widjaja, dan Dr. Agus Budianto (PVMBG). Pada kesempatan ini, BNPB juga mengenalkan mengenai InaRISK, suatu aplikasi untuk mengetahui risiko bencana di suatu wilayah. (rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.