Banner sumsel

Masjid Terpapar Radikalisme, PKS: BIN Sebar Info Mentah

JAKARTA,koranindonesia.Id – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mustafa Kamal, menilai pernyataan Badan Intelijen Negara (BIN) mengenai adanya 41 masjid di lingkungan pemerintah yang terpapar radikalisme tidak diolah terlebih dahulu.  Sehingga menjadi polemik di tengah masyarakat.

“Bukan menjadi informasi mentah yang dilempar ke publik, lalu menjadi kontroversi. Itu yang membuat suasana, justru jadi enggak stabil,” kata Mustafa di Komplek Parlemen Senaya, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Menurut Mustafa, pemerintah seharusnya bisa sebijak-bijaknya dalam mengolah informasi intelijen itu menjadi kebijakan. Dia menilai, akibat informasi BIN itu, masyarakat jadi saling curiga.

“Kita bisa saling curiga, saling tuding menuding dan sebagainya,” ujar Mustafa.

Mustafa mengingatkan bahwa saat ini, sedang ada suasana tahun politik menjelang pemilihan umum 2019. Pemerintah diingatkan untuk membuat suasana yang lebih kondusif lagi.

“Apalagi, ini sekarang bulan-bulan, hari-hari jelang Pemilu 2019, Pileg, Pilpres, sehingga saya berharap, ya pemerintah lebih kompak, pemerintah lebih utuh melihat segala persoalan. Lalu, kemudian secara bijak membuat kebijakan yang tepat. Apalagi, ini menyangkut umat beragama,” katanya.

Sebelumnya, BIN mengungkap, ada 41 dari 100 masjid di lingkungan kementerian, lembaga, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terindikasi terpapar radikalisme. Masjid itu dibagi dalam tiga klasifikasi level, rendah, sedang, dan tinggi.(Mar)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.