Banner sumsel

Masih Belum Sempurna, Bawaslu Setujui Perubahan DPT Pilkada Sumsel

PALEMBANG, koranindonesia.id – Berdasarkan rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) pada 21 April 2018 lalu, jumlah DPT pada pelaksanaan Pilkada Serentak di Sumsel ditetapkan sebesar 5.792.956 pemilih.

Namun demikian, atas rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumsel, akhirnya KPU Sumsel kembali melakukan rapat pleno penetapan DPT perbaikan, pada Jumat (27/04/2018) yang hasilnya DPT Pilkada Serentak di Sumsel 2018 mengalami pengurangan yang cukup signifikan mencapai 243.428 pemilih, sehingga ditetapkan bahwa DPT Pilkada Sumsel hasil perbaikan adalah sebesar 5.649.682 pemilih. Bawaslu Sumsel pun mengaku, telah menyetujui angka perbaikan DPT tersebut, meski pada dasarnya tetaplah belum sempurna.

Ketua Bawaslu Sumsel Junaidi menilai, karena sudah sesuai dengan proses pengelolaan sistem administrasi pendataan pemilih (sidalih), maka bagi Bawaslu Sumsel angka 5.649.682 pemilih tersebut sudah tidak ada masalah.

“Masih menyisakan masalah di Kabupaten OKI, yang lain sudah clear, karena masih banyak penduduk potensial faktual yang belum  terdaftar jumlahnya masih sekitar 42 ribu lagi. Akan tetapi, soal DPT sudah ada upaya maksimal KPU Sumsel, memang tidak mungkin sempurna, masih ada satu dua yang terselip, tapi saya pikir itu akan menjadi  tambahan DPT,” ujar Junaidi, ditemui usai seminar nasional Bawaslu  Goes to Campus yang mengangkat tema, “Menuju Pemilihan Kepala Daerah Sumatera Selatan yang Berintegritas dan Profesional, di Hotel Horison Ultima Palembang, Minggu (29/4/2018).

Masih menurut Junaidi, penetapan DPT perbaikan tersebut tidak langsung ditetapkan tanpa kehadiran dirinya. “Saya ada kegiatan diluar waktu itu, jadi terpaksa bolak-balik  dan saya membuat pernyataan  bahwa kita setuju dengan angka ini. Dengan satu syarat bahwa pleno ini harus disetujui KPU RI,” tandasnya.(win)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.