Banner sumsel

Masih Banyak Masalah Terkait Pembelian Saham Freeport

JAKARTA,koranindonesia.Id – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komaruddin, menilai hasil negosiasi pemerintah Indonesia dengan Freeport Indonesia terlalu dibesar-besarkan sebagai keuntungan Indonesia.

Padahal, lanjut Ujang, masih banyak sisa masalah yang belum selesai. “Ada banyak ahli ekonomi yang menegaskan transaksi ini masih jauh dari selesai. Bahkan Freeport dan Rio Tinto mengaku masih banyak isu besar yang belum disepakati,” tandas Ujang dalam Diskusi Empat Pilar MPR “Kuasai Mayoritas Saham Freeport, Pengelolaan Pertambangan Indonesia Berdaulat” di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Tampil sebagai nara sumber lainnya Anggota Fraksi Hanura MPR RI, Inas Nasrullah Zubir dan Anggota Fraksi NasDem MPR RI, Johnny G. Plate.

“Pemerintah harus terbuka kepada rakyatnya, jangan ada yang ditutup-tutupi, termasuk soal dana yang akan dikeluarkan sebesar Rp 55 triliun dalam proses divestasi tersebut,” tutur analis politik dari Universitas Al Azhar Indonesia ini.

Ia hanya mengimbau pemerintah untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Jangan hanya karena ingin menebus janji kampanye malah terjerumus pada cara-cara yang berujung kerugian negara lebih besar.
“Jangan sampai saham yang 51 persen tersebut menjadi bancakan korupsi penyelenggara negara di kemudian hari. Dan, jangan sampai keluar dari mulut harimau dalam hal ini Amerika Serikat lalu masuk mulut buaya yaitu Tiongkok dan negara lainnya,” pungkasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.