Banner sumsel

Masih Ada Warga Palembang BAB di WC ‘Cemplung’

PALEMBANG,koranindonesia.Id-Meski telah menyandang sebagai kota Metropolis dan peraih piala adipura yang kesekian kalinya,  tapi masih ada warga Palembang yang BAB (buang air besar) di WC ‘cemplung’ terutama mereka yang tinggal dipinggiran anak sungai Musi.

Seperti di wilayah Kelurahan 11 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, masih banyak warga yang menggunakan WC cemplung atau kakus di atas sungai.

Hal itu diketahui saat koranindonesia.id menyambangi Kantor Lurah 11 Ulu, Rabu (28/11/2018).

Menanggapi masih banyaknya warga yang belum mempunyai kamar mandi di rumah

membuat Kelurahan 11 Ulu Palembang menganggarkan pembuatan MCK (Mandi Cuci Kakus) di setiap RT yang ada di 11 Ulu.

Lurah 11 Ulu Palembang, Megalina mengatakan pembuatan MCK itu tidak lain untuk memudahkan masyarakat BAB.

“Selama saya menjabat sebagai lurah di 11 Ulu ini, saya pernah mengalami insiden tidak mengenakan tentang BAB. Waktu itu, saya bersama staf kelurahan dan warga melakukan gotong royong kebersihan, saat itu saya mengambil kantong plastik warna hitam, saya tak menduga ternyata di dalamnya berisi kotoran manusia yang di buang warga sembarangan sehabis BAB,” katanya.

Mega berharap setelah nanti dibangun MCK, warga tidak lagi BAB di WC Cemplung seperti sekarang.

“Semoga MCK nanti warga bisa menjaganya.  Kendala yang kita takutkan, yakni perawatannya. Karena warga disini sangat  kurang dalam memperhatikan kenyamanan tempat sendiri,” ujarnya.

Selain itu, untuk merubah prilaku masyarakat,  pihak kelurahan juga  saat ini  tengah gencar menggalakan gotong royong tiap hari Minggu, seperti membersihkan selokan.

“Gotong Royong dan Salat Subuh berjamaah kita lakukan bergilir tiap hari minggu, seperti membersihkan drainase untuk menghindari genangan air dan membersihkan tumpukan sampah,” ungkapnya.

Tak hanya masalah BAB, lanjut lurah, di 11 Ulu juga masih marak warga yang menggunakan narkoba.

“Dalam menekan angka peredaran narkoba di wilayah Kelurahan 11 Ulu Palembang, kita dan sejumlah warga lainnya sepakat membentuk kampung keluarga berencana (KB) di 11 Ulu. Dari program kampung KB ini, selain memberikan kegiatan positif,  masyarakat, juga di berikan pelatihan seperti ilmu pertanian serta keterampilan pengelolaan sampah,” terangnya. Tujuannya tidak lain untuk menekan peredaran narkoba dikalangan masyarakat 11 Ulu, mulai dari Ibu-ibu PPK diberikan pelatihan seperti bertanam pohon organik di setiap rumah dan menekan angka kelahiran anak,” tutupnya. (den)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.