Masalah Shabu, Didi Tega Habisi Nyawa Kerabat

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Ribut karena masalah narkoba, Faridi alias Didi (38) tega menghabisi nyawa Aan Yohnizer (35) yang tak lain adalah suami dari saudara sepupunya sendiri.

Tindak pidana pembunuhan yang terjadi di ruang karaoke nomor 231 Hotel Rian Cottage Jalan Perindustrian II,Kelurahan kebun Bunga, Kecamatan Sukarame pada 27 Oktober lalu itu terungkap setelah pelaku diamankan petugas.

Pelaku yang sempat kabur dan selama beberapa hari bersembunyi di Kabupaten Lahat ini memilih menyerahkan diri ke Polsek Sukarame Palembang, Senin (4/11).

Ketika ditemui di Mapolsek Sukarame, Didi mengaku keributan dipicu masalah narkoba jenis shabu miliknya yang tertinggal di ruang karaoke. Saat itu pelaku yang sengaja datang ke Hotel Rian Cottage sempat menggunakan ruangan karaoke untuk memakai narkoba, namun sebelum selesai barang haram tersebut telah habis digunakan oleh korban yang bekerja di lokasi kejadian.

“Korban masih keluarga, istrinya sepupu saya, sebelumnya kami tidak pernah ribut. Sampai ribut karena dia memakai shabu milik saya yang ketingalan di atas meja ruangan karaoke itu dan dia saya tusuk pakai obeng karena saya juga dikeroyok temannya,” ucap Didi, Rabu (6/11/2019).

Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek ini menjelaskan, sehari-hari ia biasa menunggu penumpang di depan hotel tersebut dan barang haram yang menjadi biang keributan itu ia beli seharga Rp100.000 dengan seorang tak dikenal di penginapan.

“Beli satu paket seharga Rp100.000 dan sudah beberapa kali pakai shabu di ruang karaoke yang ada di tempat tersebut,” ucap Didi yang sudah satu tahun mengonsumsi narkoba.

Kanit Reskrim Polsek Sukarame Palembang Iptu Hermansyah mengatakan antara korban dan pelaku saling kenal dan masih memiliki hubungan keluarga. Motif tindak pidana penipuan ini berawal dari masalah narkoba.

“Saat kejadian korban memakai shabu milik tersangka. Saat pelaku menanyakan shabu miliknya yang telah habis dipakai dan hal itu membuat tersangka tak senang hingga memukul serta menusuk korban,” katanya.

Atas perbuatan tersebut, Hermansyah menambahkan, tersangka akan dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas. “Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.