Banner sumsel

Mantab, Ini Program RR Untuk Ketua RT dan Guru Ngaji

LUBUKLINGGAU, koranindonesia.id – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin  nomor urut 3, Rustam Effendi dan Riezky Aprilia terus menyampaikan program unggulannya kepada warga Lubuklinggau.

Kali ini giliran Ketua RT dan Guru Ngaji yang mendapatkan perhatian khusus dari pasangan Rustam-Riezky mengingat RT merupakan ujung tombak dari pemerintahan. seperti apa yang disampaikan oleh Rustam Effendi saat melakukan kampanye dialogis di RT. 03 Kelurahan Taba Pingin Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

Rustam yang juga merupakan mantan Sekda Kota Lubuklinggau tersebut menjelaskan Ketua RT merupakan ujung tombak pemerintahan yang jerih payahnya harus dihargai.

“Ketua RT sangat vital posisinya, tanpa mereka administrasi tiap-tiap kota tidak akan tertib dan akan kacau, tanpa mereka juga saya yakin lurah,camat, bahkan walikota akan sangat disibukkan dengan masalah-masalah ditingkat RT. Ketua RT itu jadi orang tua kedua, dia harus standby selama 24 jam nonstop untuk melayani warganya, jerih payah itu tidak cukup hanya dengan dihargai Rp 300 ribu seperti yang saat ini mereka rasakan. Apalagi gaji yang insentifnya baru bisa diambil setelah tiga bulan, saya rasa Ketua RT harus mendapatkan lebih dari itu,” ujarnya, Rabu (25/04/2018).

Rustam menjelaskan, apabila pasangan Rustam-Riezky (RR) dipercaya menduduki kursi Linggau 1, salah satu program prioritasnya adalah menaikkan insentif Ketua RT menjadi Rp 1 juta per bulan.

“Untuk menghargai jerih payah itu, kami nantinya akan menaikan insentif Ketua RT menjadi satu juta rupiah per bulan yang akan bisa diambil setiap bulannya. Namun itu sebenarnya tidaklah cukup untuk jasa bapak ibu Ketua RT, tapi setidaknya itu bisa menjadi penanda salam hormat kami kepada bapak ibu Ketua RT sekalian,”jelasnya.

Lebih jauh, Tidak hanya itu saja, pasangan Rustam-Riezky (RR) juga menjanjikan akan memberikan insentif guru ngaji yang akan juga dinaikkan.

“Satu lagi, adalah guru ngaji, mereka itu portal utama yang menjadikan anak bapak ibu sekalian mengerti atau bahkan tidak paham dengan agama. Nah kehadiran mereka ini tak kalah vitalnya jika kita ingin menjadikan anak-anak kita adalah anak-anak yang paham dengan agamanya,”bebernya.

Ia juga menyampaikan jika guru ngajilah yang bisa menentukan kearah mana akhlak generasi-generasi penerus bangsa ini.

“Akhlak pemimpin-pemimpin Lubuklinggau masa depan ada ditangan mereka, dan pemerintah harus memahami itu. Untuk itu nanti akan kami programkan bahwa guru ngaji harus menjadi prioritas. Salah satu penghargaan yang akan kami berikan adalah memberikan insentif sesuai UMR Kota Lubuklinggau kepada mereka tiap bulannya,”pungkasnya.

Terkait pendapat yang mengkonotasikan negative program-programnya, Rustam tak ambil pusing. Menurutnya dengan kemampuna APBD Lubuklinggau yang mencapai Rp 900 milyar dirinya optimis mampu menjalankan program-programnya.

“Anggaplah separuh itu untuk gaji pegawai dan honorer, masih ada Rp 450 M. Satu RT Rp 1 juta, kita punya 512 RT, satu bulan 512 juta. Satu tahun baru Rp 6,1 milyar. Dikit sekali dari APBD kita. Untuk guru ngaji juga tidak jauh berbeda, perkiraan kita akan menghabiskan sekitar Rp 15 milyar untuk program itu, sangat relevan dan masuk akal, asalkan pemimpinnya berpihak kepada rakyatnya,” ungkap.

Rustam menerangkan singkat kalkulasinya. Dengan program-program unggulan RR seperti insentif Ketua RT dan guru ngaji yang diperhatikan, membuat Rustam-Riezky ditempatkan khusus di hati simpatisan yang hadir. Seperti halnya yang disampaikan oleh Rusmiati, seorang ibu yang berharap anaknya kelak menjadi seorang pemimpin yang berakhlak.

“Saya memimpikan anak saya menjadi pemimpin yang berakhlak dan saleh, dengan program pak Rustam dan ibu Riezky kami yakin guru ngaji akan serius dalam mendidik anak kami. Semoga bapak dan ibu menang dan menjadi pemimpin yang amanah,” ujar Rusmiati.

Selain itu, RR juga memiliki program unggulan lainnya yang tak kalah apik, seperti berobat hanya dengan menggunakan E-KTP, Sekolah dengan biaya gratis dan berkualitas, serta Rumah produktif satu milyar satu kelurahan yang diramalkan akan mampu mengentaskan kemiskinan di Kota Lubuklinggau. (san)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.