Banner sumsel

Manasik Haji Tanamkan Nilai Keislaman Sejak Dini

KAYUAGUNG, koranindonesia.ia– Menunaikan ibadah haji sebagai rukun Islam yang kelima,  merupakan momentum yang diidamkan oleh jutaan umat muslim di dunia.

Untuk itu, ratusan murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) TK/KB se Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (2/10/2018) diperkenalkan pada momentum ibadah haji tersebut melalui kegiatan manasik haji, sebagai salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

Kegiatan yang dipusatkan di GOR Biduk Kajang, Kota Kayuagung, Kabupaten OKI, Sumatra Selatan (Sumsel) tersebut, diikuti tak kurang dari ratusan siswa PAUD, TK/KB se Kabupaten OKI.

Dalam sambutannya yang sekaligus membuka kegiatan manasik haji tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten OKI Musherdata Musa’i mengatakan, dirinya mengapresiasi kegiatan manasik haji tersebut.

“Melalui pendidikan usia dini ini, diharapkan terbentuknya generasi yang cerdas, unggul, kreatif dan berakhlak mulia. Selain itu, melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan dan bimbingan secara efektif, sehingga anak dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” kata dia.

Ditambahkannya pula, dengan pelaksanaan manasik haji ini diharapkan dapat menanamkan, dasar-dasar keagamaan untuk membentuk perilaku anak yang berakhlak mulia. Serta menciptakan kondisi bermain yang edukatif dan konstruktif.

”Doa kami semoga kesuksesan selalu bersama kalian dalam meraih cita-cita, menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala sekolah TK IT Al Azhar, Kayuagung, OKI, M Saleh mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan prosesi ibadah haji sejak dini kepada peserta didik. Peragaan manasik haji menurutnya, diberikan sebagai sebuah teknik pembelajaran dan pengalaman belajar kepada anak, tentang pengenalan prosesi ibdah haji.

”Pelaksanaan peragaan manasik haji ini dipilih bersamaan dengan musim haji. Tujuannya agar anak dapat merasakan langsung suasana haji seiring dengan berita-berita yang mereka ketahui dari media, di usia mereka,” paparnya.

Untuk diketahui, suasana Aula Gor Biduk Kajang disulap menjadi tempat pelaksanaan prosesi ibadah haji. Lengkap dengan miniatur Kabah dan tempat-tempat prosesi haji lainnya.

Gema takbir dan kumandang talbiyah terdengar sepanjang acara berlangsung. Rangkaian kegiatan dibuat seolah-olah nyata, dimulai membaca niat haji, dilanjutkan perjalanan ke Arafah.

Saat di Arafah mereka memperagakan wukuf yang diisi dengan shalat sunnah dua rakaat. Adapun menjadi pembimbing kegiatan manasik haji yaitu, Muazni yang juga perwakilan dari Kemenag Kabupaten OKI.

Dalam manasik haji itu, murid-murid dibimbing menuju Muzdzalifah kemudian ke Mina untuk melempar jumroh ke Ula, Wusto, dan Aqobah yang sebelumnya mereka telah mengambil beberapa batu di Muzdalifah.

Rangkaian acara dilanjutkan menuju Kabah untuk thawaf dan shalat sunnah dua rakaat dimakam Nabi Ibrahim AS. Selanjutnya, mengunjungi sumur zam-zam dan melanjutkan peragaan Sa’i dari Bukit Shofa ke Bukit Marwa. Kegiatan diakhiri dengan Tahallul (mencukur rambut).

(dnl)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.