Banner sumsel

Manajemen SFC Sayangkan Kegagalan Timnas di AFF 2018

PALEMBANG, koranindonesia.id – Manajemen Sriwijaya sangat menyayangkan kegagalan tim nasional (timnas) Indonesia senior diajang Piala AFF 2018.

Apalagi selama ini tim asal Sumatra Selatan (Sumsel) ini telah berkorban, dengan melepas dua pemain terbaiknya sehingga berdampak pada performa tim di kompetisi Liga 1.

Ya, absennya Alberto Goncalves dan Zulfiandi lantaran harus memperkuat timnas memang sangat merugikan bagi klub. Mengingat SFC saat ini tengah mengalami krisis pemain.

Kondisi ini membuat Laskar Wong Kito berada pada titik terendah dalam hal prestasi, lantaran harus berjuang agar bisa tetap bertahan dari ancaman degradasi yang mengancam. Setelah terpuruk di peringkat 16 klasemen sementara.

“Tapi ternyata performance timnas tak sesuai ekspektasi kita. Kita dari manajemen klub menyayangkan itu. Karena pengorbanan dari SFC menjadi tidak terbayar sepenuhnya,” ujar Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid saat dikonfirmasi, Senin (26/11/2018).

Meskipun diakuinya, terpuruknya kondisi SFC bukan sepenuhnya kesalahan pemain yang absen. Namun kehilangan dua pemain inti membuat kekuatan tim jelas sangat berpengaruh, apalagi disaat SFC sangat membutuhkan kemenangan agar bisa tetap bertahan di Liga 1.

“Kita mau berbicara apalagi. Apalagi dengan kondisi tim kita seperti sekarang ini. Kita hanya bisa berharap, di sisa dua pertandingan selanjutnya performa tim bisa kembali meningkat. Sehingga dapat meraih enam poin dan berharap bisa selamat dari degradasi,” harapnya.

Sementara itu, terkait adanya tuntutan berbagai elemen pecinta sepakbola tanah air yang menginginkan agar Edy Rahmayadi mundur dari jabatannya sebagai Ketua PSSI, menyusul merosotnya prestasi timnas Indonesia. Faisal Mursyid mengatakan hal itu merupakan bagian dari warna sepakbola Indonesia.

“Kalau kita menanggapi itu sebagai  dinamika. Karena di satu sisi memang tingkat keberhasilan PSSI diukur dari prestasi timnas. Ini kan tidak sesuai ekspektasi masyarakat. Tapi tentunya PSSI memiliki aturan sendiri dalam hal itu,” paparnya.

Walaupun diakuinya, gejolak yang terjadi di kalangan masyarakat  tersebut memang tidak bisa dihindari. Apalagi, ketua PSSI acapkali mengeluarkan pernyataan dan kebijakan yang cenderung kontroversial di depan publik.

Namun pihaknya tidak bisa memberikan komentar terlalu jauh mengenai hal itu dan lebih memilih untuk konsentrasi dan fokus terhadap kondisi tim. “Itu sudah ada aturan dan statutanya yang mengatur soal penggantian ketua umum. Kita saat ini fokus menyelamatkan tim dari degradasi,”ujarnya mengakhiri.

(frd)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.