Mahasiswa UBSI Pontianak Sabet Juara 3 di Economic Chess Competition 2019

PONTIANAK,koranindonesia.id – Andi Saputra, mahasiswa semester empat Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak meraih juara 3 di Ajang Economic Chess Competition 2019 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ekonomi Studi Pembangunan Universitas Tanjungpura.

Pria kelahiran Mait Hilir, Kabupaten Sintang ini mengaku sejak kecil sudah hobi bermain catur saat berusia 10 tahun. Hingg kini permainan catur  tersebur dia tekuni.

Walaupun hanya belajar otodidak, Andi mengaku optimis menang saat mengikuti kompetisi tersebut.

“Target saya sih juara 1, namun persaingan cukup ketat saya rasakan saat itu, beberapa lawan saya adalah atlet catur,  otomatis mereka punya pengalaman dan keahlian lebih dari saya yang hanya belajar otodidak, tapi saya bersyukur sudah dapat juara 3 di ajang ini,” ujar putra dari Bapak Ahon Kurniawan dan Ibu Sukarti ini.

Ini bukan prestasi pertama yang didapatkan Andi di kompetisi permainan catur. Sebelumnya ia juga pernah mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) di Kabupaten Sintang namun gagal saat itu.

Pada kompetisi kali ini Andi bertanding pada kategori Junior usia 15-19 tahun. Dalam pertandingan tersebut, ia bermain sebanyak 7 kali dan menang 5 kali sehingga mengantarkannya pada juara 3 dan mendapatkan piala penghargaan, sertifikat, voucher hiburan, serta  uang tunai pembinaan.

“Saya harus latihan lebih giat lagi dan harapannya bisa juara 1 di kompetisi catur berikutnya, untuk kampus UBSI Pontianak semoga ada terbentuk komunitas pecinta catur sehingga bisa dicari bibit-bibit baru untuk ikut kompetisi-kompetisi seperti ini,” harapnya.

Kepala Kampus UBSI Kampus Pontianak, Eri Bayu Pratama mengungkapkan kedepannya semoga dengan adanya prestasi dari mahasiswa UBSI Kampus Pontianak mahasiswa lainnya lebih termotivasi untuk menggali potensi yang mereka miliki sehingga dapat diikutsertakan pada kompetisi-kompetisi dalam bidang olahraga yang sama maupun berbeda baik tingkat regional, nasional hingga internasional.

“Mahasiswa juga diharapkan untuk dapat meningkatkan prestasi di bidang akademik, menggali potensi-potensi talenta mereka yang didapatkan khususnya pada bidang ilmu pemrograman,” ujar Eri.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.