Mabes TNI AD Turunkan Tim Sergab ke Lahat

LAHAT, koranindonesia.id – Petugas Upsus Swasembada Pangan Tim Serapan Gabah (Sergab) Mabes TNI AD melakukan pengecekan serapan gabah di tingkat petani ke Bulog.

Selain pengecekan serapan juga Gudang Bulog l dan belanja masalah terkait kendala dan permasalahan serapan di tingkat petani. Salah satunya ke Sub Divre Bulog Lahat.

Kepala Dinas Pertanian Lahat Agustia Budiman melalui Kabid Tanaman Pangan Firdaus mengatakan, bahwa untuk serapan gabah dari petani ke Pemkab Lahat tak begitu besar, hanya 2 ton. Lantaran beragam faktor. Diantaranya belum panen raya, harga pokok penjualan (HPP) dan lainnya.

HPP dari Bulog untuk beras medium hanya Rp8.030, sementara jual keluar petani bisa mencapai Rp9.000. Untuk premium, bahkan bisa menjual dari Rp9.000- Rp11.000. “Selain untuk konsumsi petani di Lahat menjualnya ke Palembang, Bengkulu, hingga Jambi,” ujar Firdaus, Rabu (13/2/2019).

Sementara untuk konsumsi beras di Lahat tidak kekurangan. Realisasi dan produksi periode Januari- Maret luas panen 14.149 ha, atau sekitar 70.000 ton lebih gabah dan dikonversikan ke beras sekitar 50.000 an ton.

Tim Sergab Mabes AD datang melakukan pengecekan Selasa (12/2) kemarin, ke Gudang Bulog Sub Divre Lahat. Yakni Kol Inf Catur Putra Gunadi selaku koordinator tim dan dua anggota tim Kol Inf Dennny Marthen serta Kol Inf Sumirating Baskora didampingi Kodim 0405/Lahat Letkol Kav Sungudi.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Sub Divre Lahat Yonas Haryadi Kurniawan menambahkan, bahwa untuk serapan beras petani khusus di Kabupaten Lahat sekitar 2 ton. Dari target Sergab Petani ke Bulog sebesar 1.087 ton.

Diakuinya, fenomena HPP menjadi permasalahan serapan gabah petani. Apalagi, tidak ada paksaan bahwa petani harus menjual ke Bulog. Dilanjutkannya, untuk stok beras di gudang Bulog ada 2.000 ton. Sub Divre Lahat sendiri membawahi enam kabupaten/kota di Sumatra Selatan (Sumsel), yaitu Kabupaten Lahat, Kota Pagaralam, Kabupaten Empatlawang, Muaraenim, PALI, dan Kota Prabumulih.

Beras bulog sendiri untuk kebutuhan Bansos Rastra, bencana dan KPSH (Ketersedian Pasokan dan Stabilisasi Harga). “Agar jangan ada kelangkaan beras di masyarakat. Untuk kualitas beras di gudang juga terus dipantau dan dibuat laporan mingguan,” ungkap Yonas.

Dandim 0405/Lahat Letkol Kav Sungudi menambahkan, bahwa pihaknya dalam hal ini mendukung program pemerintah. Hanya saja permasalahan saat ini memang harga jual ke luar lebih tinggi dibanding ke Bulog.

“Dari hasil pengecekan dan belanja masalah dari Tim Mabes AD ini, tentu akan dilaporkan ke pemerintah pusat untuk dilakukan evaluasi,” tukasnya.
(sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.