Lucu, Ketum PPP Minta Doa KH Maimun Zubair Diralat

JAKARTA, koranindonesia.id Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengaku heran dengan aksi Ketua Umum PPP Romahurmuzy alias Romi di acara Sarang Berzikir Untuk Indonesia Maju di Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah pada Jumat (1/2/2019).

Menurut Ferdinand, aksi Romi yang tiba-tiba mengintervensi seorang ulama sepuh, KH Maimun Zubair (Mbah Moen) saat memanjatkan do’a sebagai tindakan yang tidak lazim.

Sebelumnya, diketahui sang pengasuh pesantren, KH Maimun Zubair (Mbah Moen) mendoakan Prabowo Subianto agar menjadi Presiden Indonesia mendatang. Do’a itu dipanjatkan Mbah Moen tepat disebelah Presiden Jokowi, yang berkunjung ke pesantren tersebut.

Namun, usai Mbak Moen menutup do’anya, Romi panik dan kemudian membisiki serta ‘mengintervensi’ Mbah Moen agar meralat sekaligus merevisi agar sesepuh partai Ka’bah mendo’akan petahana Jokowi.

Tak ayal, aksi Romi yang terekam di video dan youtube tersebut banjir cibiran para netizen di media sosial twitter sepanjang hari ini.

“Saya baru tahu kalau ada orang yang juga mengintervensi do’a dan meminta merevisi doa seorang Kyai. Memangnya doa bisa direvisi gitu? #KyaiMaimoenDoakanPrabowo,” cuit Ferdinand melalui akun twitter pribadinya  @Ferdinand_Haean, Sabtu (2/2/2018).

Diketahui, usai diintervensi Romi, Mbah Moen akhirnya kembali berdo’a singkat seperti meralat do’a sebelumnya, dengan menyebut nama Jokowi.

Senada dengan Ferdinand, Wakil Ketua Badan Pemengangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera mengaku yakin, bahwa do’a Mbah Moen bukan tidak disengaja.

Mardani juga memaknai doa Mbah Moen itu sebagai pertanda bahwa Allah SWT merestui Prabowo untuk menang di Pilpres 2019 dan menjadi Presiden Indonesia periode 2019-2024.

“Yang memiliki hati itu Allah. Jadi doa yang disampaikan digerakkan oleh Allah dan itu pertanda Insyaallah Pak Prabowo dibantu Allah SWT. Karena itu 2019 ganti presiden,” kata Mardani.

Penggagas gerakan #2019GantiPresiden juga mengingatkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin untuk tak perlu repot-repot mengklarifikasi pernyataan Mbah Moen.

Sebab, Mardani menyebut pernyataan yang sah dan tulus adalah yang pertama diucapkan.

Mardani pun menyampaikan sebenarnya dukungan Mbah Moen sudah terlihat saat Prabowo mengunjunginya pada September 2018 lalu. Namun, Prabowo enggan mengumumkannya ke publik.

“Seingat saya waktu itu Mbah Moen bahagia sekali dikunjungi Pak Prabowo, tapi memang Pak Prabowo jenis orang yang elegan, tidak ingin memaksa (menampakkan dukungannya ke publik). Yang jelas datang silaturahim, mendoakan, sama-sama komitmen membangun bangsa,” ungkapnya.(Mar)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.