Loloskan 30 Tahanan Polresta dari Sel, Wanita Ini Hanya Dihukum 1 Tahun

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Meski perbuatannya menyediakan gergaji cukup berakibat fatal, karena menyebabkan 30 tahanan Polresta Palembang berhasil melarikan diri, namun terdakwa Indah Permatasari (21) hanya mendapat hukuman satu tahun penjara.

Vonis tersebut dibacakan majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah sesaat setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Romi Pasolini membacakan surat tuntutan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Senin (12/8/2019).

Adapun vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa yang sedang dalam keadaan hamil tersebut sama dengan tuntutan jaksa, setelah perbuatannya dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 170 ayat 1 Jo Pasal 56 ke 2 KUHP.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa yang merupakan istri dari M Arief, satu dari 30 tahanan kasus narkoba yang kabur dari sel Polresta Palembang pada 5 Mai lalu itu langsung menyatakan menerima.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa berawal sekira dua minggu sebelum kejadian, saat para tahanan melaksanakan mandi sore, tahanan atas nama Fahmi (dilakukan penuntutan terpisah) mengajak tahanan lain merusak ventilasi udara menggunakan potongan kayu sento kamar mandi yang rusak.

Selanjutnya Komaini alias Otong (berkas terpisah) membentuk pinset menjadi kunci pembuka gembok, sehingga sejak malam itu jika situasi sepi tahanan dari kamar N.2 keluar dari kamar dengan membuka gembok dan berusaha menjebol ventilasi menggunakan potongan kayu kusen kamar mandi.

Lalu pada 4 Mei terdakwa datang ke Polresta Palembang mengantar titipan nasi kepada petugas jaga untuk suaminya yang bernama M. Arif (berkas terpisah) yang juga merupakan tahanan di tempat tersebut dan berada di kamar N.3.

Berikutya sekira jam 12.00 M Arif menelpon terdakwa untuk datang menemuinya jam 14.00 dengan membawa uang, tiba-tiba ada seorang laki-laki mengambil HP dari tangan M Arif dan meminta terdakwa juga membawa gergaji besi.

Atas perintah tersebut, terdakwa membeli gergaji besi di toko bangunan dan menyerahkannya kepada M Arif saat terdakwa datang membesuk. Agar tak ketahuan petugas, gergaji besi itu dipotong menjadi tiga bagian dan dimasukkan ke dalam kantong plastik warna hitam.

Kemudian sekira jam 02.00 Wib Komaini membuka gembok kamar N.2, N.3 dan N.1 menggunakan pinset yang sudah dibentuk dan para tahanan di kamar tersebut keluar. Tak lama kemudian tahanan atas nama Andi (belum tertangkap) memanjat ventilasi udara dan memotong besi terali ventilasi hingga patah dengan menggunakan gergaji yang dibawa terdakwa.

Setelah terpotong, Fahmi dan Alvin (dilakukan penuntutan terpisah) mengambil kayu sento di dalam kamar mandi ruang tahanan N.2 lalu bersama-sama tahanan lain mencungkil besi terali ventilasi yang patah tersebut hingga lepas, setelah itu 30 30 tahanan melarikan diri dari tempat tersebut melalui ventilasi udara. (sup

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.