Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

Lion Air Grup Batalkan Enam Penerbangan Banyuwangi Akibat Abu Vulkanik

JAKARTA, koranindonesia.id – Lion Air Grup yang terdiri dari Lion Air dengan kode penerbangan JT, Wings Air (IW), dan Batik Air (ID) membatalkan enam penerbangannya ke Banyuwangi, Jawa Timur akibat abu vulkanik erupsi Gunung Raung.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, Selasa mengatakan, pembatalan juga selaras dengan informasi terkini pengumuman resmi dari otoritas bandar udara setempat (notam) No. B0198/21 NOTAMN.

Informasi itu menyebutkan bahwa operasional Bandar Udara Internasional Banyuwangi di Desa Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, ditutup sementara Selasa, 9 Februari 2021 pukul 06.36 WIB (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07).

Ia mengatakan, rincian penerbangan yang dibatalkan masing-masing Wings Air penerbangan IW-1880 pukul 09.00 WIB dari Surabaya, kemudian Batik Air penerbangan ID-6590 pukul 10.00 WIB dari Jakarta-Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, serta Lion Air penerbangan JT-594 pukul 06.25 WIB dari Jakarta-Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang.

Kemudian, pembatalan juga terjadi untuk keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Banyuwangi, masing-masing Wings Air penerbangan IW-1881 pukul 10.10 WIB tujuan Surabaya, kemudian Batik Air penerbangan ID-6591 pukul 12.20 WIB tujuan Jakarta-Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, serta Lion Air penerbangan JT-593 pukul 09.00 WIB tujuan Jakarta-Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang.

“Sebagai informasi penting, material abu vulkanik (volcanic ash) dapat merusak struktur/komponen pesawat udara, sehingga membahayakan penerbangan,” kata Danang, dalam keterangan persnya yang diterima di Surabaya.

Selain itu, pembatalan juga untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan penumpang pesawat, karena Lion Grup selalu memprioritaskan aspek itu, sehingga dampak yang kemungkinan timbul dari kondisi tersebut dapat diminimalisir dan diantisipasi sedini mungkin.

“Kondisi terganggunya operasional dari akibat gunung meletus termasuk force majeure yaitu keadaan yang terjadi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan,” katanya.

Lion Air Group juga telah memberikan informasi kepada seluruh penumpang yang terganggu perjalanannya dan memperbarui sesuai perkembangan.

“Kami juga memberikan solusi kepada seluruh penumpang yang terkena dampak, antara lain penjadwalan ulang keberangkatan dan melakukan pengembalian dana sesuai aturan yang berlaku,” katanya dilansir antara.

Lion Air Group, juga telah bekerja sama dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara setempat serta pihak lain yang terkait.

Terkait kapan rencana akan beroperasi kembali, Danang masih menunggu keputusan otoritas bandar udara setempat dan menyatakan aman untuk lepas landas serta mendarat (safe for flight).

(ant)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.