Banner Pemprov Agustus

Lima Tahun Memimpin, Anies Baswedan Mampu Lakukan Kemajuan Jakarta di Berbagai Bidang

JAKARTA, koranindonesia.id – Anies Baswedan akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 16 Oktober 2022. Selama lima tahun memimpin ibukota, Anies mampu membawa Jakarta melakukan lompatan kemajuan di berbagai bidang pembangunan dan kehidupan.

Begitu pandangan anggota DPD RI Fahira Idris. Bagi dia, capaian Anies Baswedan ini menjadi standar baru bagi sosok dan kualitas pemimpin Jakarta selanjutnya.

“Fakta tidak dapat dibantah, bahwa selama lima tahun ini, Jakarta mengalami lompatan kemajuan yang dampaknya dirasakan langsung warga di Jakarta,” ujar Fahira dalam keterangannya, Rabu (14/9/2022).

Apalagi, kata dia, selama ini, Anies mampu menjalankan proses pembangunan dengan melibatkan warga sebagai konseptor dari apa yang ingin dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Konsep pembangunan yang diusung Anies yaitu warga berperan sebagai kreator dan Pemprov DKI Jakarta berperan sebagai kolaborator menaikan level Jakarta sejajar dengan kota-kota global dunia,” katanya.

Lanjutnya, Jakarta saat ini levelnya sudah sejajarnya dengan kota-kota global di dunia. Ini karena selain sudah memiliki berbagai infrastruktur kelas dunia, paradigma pembangunan di Jakarta sudah berketahanan iklim dan berkelanjutan.
Selain itu, sambung senator DKI Jakarta itu, selama lima tahun terakhir ini sudah terbangun komitmen kepemimpinan, keberpihakan anggaran, insentif finansial, kualitas SDM, dukungan program, ekosistem inovasi dan digital serta kebijakan rekam jejak hingga komitmen percepatan nol emisi karbon.

Menurutnya, penempatan sosok yang menjadi pengganti Anies Baswedan bukan hanya harus kompeten dan kapabel tetapi juga harus dapat diterima oleh masyarakat. Begitu juga, keharusan mempunyai kemampuan dan wawasan global agar lompatan kemajuan yang telah terjadi di Jakarta dapat terus dirasakan warga.

“Makanya siapapun yang nanti menggantikan Pak Anies, harus punya kualitas kepemimpinan dan pemahaman global yang mumpuni. Karena jika tidak, kemajuan Jakarta akan beringsut menjadi kemunduran,” pungkasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.