Lima Jam Usai Kejadian, Pelaku Pembunuhan Dibekuk

PALEMBANG, koranindonesia.id – Tim gabungan Unit Pidum dan Tim Tekab Satreskrim Polrestabes Palembang membekuk satu pelaku pembunuhan terhadap Eko Saputra (31) warga Lorong Garuda 2, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.

Identitas tersangka yakni Kgs M Ridho Rizki alias Edo (24) warga Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang.

Dia ditangkap di kawasan Jalan HM Ryacudu, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, Jum’at (11/3/2022) sekitar pukul 03.00 dini hari atau lima jam setelah peristiwa pembunuhan tersebut.

Berdasarkan data dihimpun, peristiwa berdarah itu terjadi Kamis (10/3/2022) sekitar pukul 22.00. Berawal ketika korban dan pelaku bertemu di Jalan HM Ryacudu, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.

Kemudian keduanya terlibat perselisihan yang ditenggarai saling lirik. Ridho yang kesal, langsung menghunuskan senjata tajam (sajam) pisau yang dibawanya ke arah pelaku hingga mengenai bagian dada serta leher.

Korban Eko tersungkur bersimbah darah dan langsung dibawa pihak keluarga ke rumah sakit. Sementara, tersangka Ridho yang melihat korban terkapar langsung melarikan diri.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi mengatakan, usai menerima laporan adanya peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, pihaknya langsung mendatangi lokasi.

“Kami Satreskrim dua unit sekaligus mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian dan memeriksa sejumlah saksi yang ada di sana,” kata Tri saat dibincangi awak media, Jum’at (11/3/2022) siang.

Dari hasil itu, lanjut dia, pihaknya mengamankan pelaku tidak jauh dari lokasi kejadian lima jam usai peristiwa itu. “Kita kejar dan kita berhasil mengamankannya. Kita juga berikan tindak tegas terukur,” ujar dia.

Masih dikatakan Tri, untuk motif pembunuhan dikarenakan adanya selisih paham antara korban dan pelaku. Saat itu mereka sedang duduk nongkrong sambil menenggak minuman keras (miras).

“Tidak ada dendam. Murni karena pengaruh minuman keras. Mereka sedang menongkrong sambil minum miras. Lalu, selisih paham dan terjadilah perkelahian dan pembunuhan,” kata dia.

Sedangkan untuk pasal, tersangka dikenakan Pasal 351 KUHP dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun penjara. “Tersangka merupakan residivis kasus pencurian dengan pemberatan (curat),” ujarnya. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.