Banner sumsel

Lihat Kereta Angin Nganggur, Maling Kambuhan Tergiur Tapi Berakhir Tragis

SOLO, koranindonesia.id – Rencana hendak menggondol sebuah kereta angin, MA (36) justru menjadi bulan-bulanan massa. Warga asal Kabupaten Wonogiri ini kepergok saat menuntun kereta angin (sepeda) hasil curiannya.

Informasi yang dihimpun koranindonesia.id, waktu itu MA berjalan di kawasan Kampung/ Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Kota Solo pada Selasa (12/2) malam. Tiba-tiba, dia melihat sebuah sepeda dengan merk ‘Turanza’ terparkir di sebuah garasi tempat kos.

Tanpa pikir panjang, penjahat kambuhan ini langsung mendekati dan berniat menuntun sepeda itu. Nahas, aksi nekatnya ini ternyata kepergok oleh penghuni tempat kos hingga akhirnya dia diteriaki maling.

Sontak, warga yang berada di lokasi itu langsung berkerumun dan mengepung pelaku. Lantaran tak bisa kabur, akhirnya MA menjadi “sansak hidup” belasan warga yang mengerumuninya.

Kapolsek Laweyan, Kompol Ari Sumarwono mengatakan, beruntung salah seorang anggota Polsek Laweyan melakukan patrol. Hingga akhirnya, berhasil mengamankan pelaku dari amuk massa.

“Pelaku ini residivis. Dia pernah dihukum dalam kasus yang sama di wilayah Wonogiri,” ungkap Ari, Rabu (13/2/2019) siang.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pelaku nekat melakukan aksinya secara spontan. Dia tergiur dengan sepeda yang hendak dicurinya untuk dia jual kembali. “Niatnya spontan dia. Lihat barang nganggur, langsung disikat,” kata Ari.

Sementara itu, dari pengakuan pelaku dirinya nekat melakukan aksi pencurian lantaran tidak memiliki uang sama sekali. “Gak punya uang. Lihat sepeda langsung khilaf,” katanya.

Akibat perbuatannya, MA dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksima lima tahun penjara.
(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.