Banner Pemprov 2020
kopri

Licik UEFA dan FIFA Begini Toni Kroos Bongkar

JAKARTA, koranindonesia.id – Toni Kroos gerah betul denganUEFA dan FIFA. Dua badan sepakbola tingkat global itu ia kecam habis-habisan. Soal apa?

Gelandang Real Madrid itu rupanya mengecam banyaknya turnamen internasional yang dinilai melelahkan pemain. Kroos merasa pemain cuma dimanfaatkan.

UEFA pada 2018 menggagas turnamenUEFA Nations League, yakni liga antarnegara. Padahal di saat bersamaan, ada gelaran Piala Dunia 2018.

Situasi kian menyulitkan pada 2020, sebab sepakbola digelar di tengah pandemi. Semua jadwal dipadatkan, dari gelaran liga, sampai turnamen internasional macam laga persahabatan, kualifikasi Piala Eropa, dan pertandingan fase grup UEFA Nations League.

Hal itu yang membuat Kroos mengecam habis UEFA dan FIFA. Pemain Timnas Jerman itu menyebut para pemain diperlakukan layaknya boneka.

“Sayangnya, pemain tidak bisa memutuskan hal ini. Pada akhirnya, ketika kompetisi baru ditetapkan, kami cuma boneka FIFA dan UEFA. Mereka cuma mengeruk uang sebanyak mungkin dan menguras fisik pemain,” kata Toni Kroosdalam podcast Einfach mal Luppen, yang digagasnya bersama sang adik, Felix Kroos, seperti dilansir ESPN.

Sebelumnya, ada pula usulan mengubah format Liga Champions menjadi European Super League. Turnamen itu rencananya digelar pada 2022, dengan mengikutsertakan 16-18 tim dan berlaga minimal 30 kali. Kabarnya, Liverpool dan Manchester United setuju untuk turnamen itu, yang kemudian menimbulkan banyak kecaman.

Bahkan, gelaran Piala Dunia Antarklubrencananya juga akan diperluas. Sebanyak 24 tim akan disertakan, yang rencananya akan pertama kali digelar di China pada 2021.

“Aku senang membiarkan hal itu sebagaimana harusnya, ketika memang berjalan tepat. Liga adalah produk bagus, bersama Liga Champions dan Piala Dunia,” lanjutnya, menolak gagasan European Super League.

“Dari sisi olahraga, mungkin itu terlihat bagus sebab kami akan berlaga di level atas. Tapi, kesenjangan tim kecil dan besar akan semakin besar. Segalanya tidak mesti harus begitu, lebih cepat, atau menghasilkan lebih banyak uang,” jelas Toni Kroos.

(MT) 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.