Banner sumsel

Lemhannas RI Beri Masukan pada Presiden RI Dalam RPJMN 2020-2024

 

JAKARTA,koranindonesia.id- Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhannas RI) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Pengembangan SDM Unggul untuk Memanfaatkan Peluang Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju pada RPJMN 2020 – 2024”, di Gedung Dwiwarna Purwa, Lemhannas RI (20/09/2019).

Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan seminar ini merupakan langkah untuk memberikan sumbangsih pemikiran Lemhannas RI kepada Presiden RI dalam RPJMN 2020-2024 terkait upaya peningkatan modal manusia yang dapat dijadikan sebagai dasar bagi Presiden RI dalam menentukan kebijakan lebih lanjut.

Dijelaskannya seminar ini diselenggarakan oleh Lemhannas RI dalam perannya sebagai Lembaga “Think Tank” dan Pembina Ketahanan Nasional untuk selanjutnya dapat dijadikan sebagai dasar Presiden Republik Indonesia dalam menentukan kebijakan lebih lanjut, selain itu untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana upaya merealisasikan bonus demografi melalui rencana strategis yang telah dicanangkan, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah

Juga disertai dengan sinkronisasi pelaksanannya, serta bagaimana implikasi dan kontribusinya bagi bangsa Indonesia ke depan dengan tujuan untuk menghasilkan satu hasil kajian yang komprehensif sebagai masukan kepada Presiden RI dalam menyikapi dan menentukan kebijakan lebih lanjut.

Seminar nasional ini menjawab pertanyaan strategis yaitu terkait usulan rencana strategis pemerintah pusat dalam perencanaan pembangunan pada RPJMN 2020-2024 dan kementerian serta lembaga untuk memastikan bahwa bonus demografi ini bisa direalisasikan, bagaimana sinkronisasi antar sektor dalam mengimplementasikan platform pembangunan SDM tersebut.

“Bagaimana sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah agar dapat berjalan secara efektif dan efisien, serta bagaimana perspektif dari daerah dalam mengimplementasikan platform pembangunan SDM tersebut,” ungkapnya dalam pembukaan acara seminar, di Jakarta, Jumat (20/09/2019).

Dari 34 provinsi di Indonesia, terdapat tiga kategori permasalahan kualitas sumber daya manusia dan dalam hal peluang terjadinya bonus demografi, yaitu kelompok pertama provinsi yang mendapat bonus demografi, namun bonus demografi tersebut adalah berasal dari pendatang, sedangkan penduduk aslinya menjadi pengangguran, atau keluar daerah karena kalah bersaing dengan para pendatang.

Kelompok kedua yaitu provinsi yang mempunyai periode terjadi peluang bonus demografi relatif pendek, serta kelompok ketiga yaitu provinsi yang mempunyai rasio ketergantungan yang tinggi terhadap angkatan kerja, sehingga tidak akan mengalami peluang bonus demografi.

Dari ketiga pengelompokan dalam mengelola dan memanfaatan bonus demografi tersebut, maka diambil tiga provinsi yang akan dijadikan sebagai model untuk pemecahan masalah-masalah di daerah dalam mengelola dan pemanfaatan bonus demografi.

“Pemecahan masalah bonus demografi difokuskan pada empat sasaran prioritas yaitu Pendidikan, Ketenaga Kerjaan, Kesehatan dan Pembangunan Karakter (revolusi mental).Ketiga provinsi yang akan dijadikan model dalam mengembangkan SDM unggul untuk memanfaatkan bonus demografi adalah, Provinsi NTT, Jawa Tengah dan Banten,” terangnya.

Seminar Nasional Pengembangan SDM Unggul untuk Memanfaatkan Peluang Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju pada RPJMN 2020 – 2024, dibuka dengan keynote speech dari Prof Dr Bambang P.S. Brodjonegoro (Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) yang mengangkat tema “Pengembangan SDM Unggul Untuk Memanfaatkan Peluang Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju Pada RPJMN 2020–2024”.

Tampil sebagai narasumber dalam seminar ini yakni Puan Maharani (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI) mengangkat tema “Program Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Dalam Menyongsong Bonus Demografi”, Prof Dr Muhajir Effendy (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI) mengangkat topik ” Program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dalam Menyongsong Bonus Demografi”, Muhammad Hanif Dhakiri (Menteri Ketenagakerjaan RI) yang mengangkat topik ”Program Kementerian Ketenaga Kerjaan Dalam Menyongsong Bonus Demografi”, Prof Dr dr Nila Djuwita F. Moeloek (Menteri Kesehatan RI ) dengan topik “Program Kementerian Kesehatan Dalam Menyongsong Bonus Demografi”, Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) dengan tema “Road Map Pemanfaatan Bonus Demografi di Propinsi Jawa Tengah” , Dr. H. Wahidin Halim, M.Si (Gubernur Banten) dengan tajuk “Dampak Bonus Demografi Terhadap Penduduk Asli Banten”, Victor Bungtilu Laiskodat (Gubernur Nusa Tenggara Timur ) dengan tema “Dampak Bonus Demografi Terhadap Tenaga Kerja di NTT”.

Pembahas dalam seminar ini adalah Prof dr. Fasli Djalal, Dr. Bambang Wasito Adi, dan Prof. Dr. Ir. Umar Daihani, D.E.A. Seminar sehari ini akan berlangsung dua sesi, dari pagi hingga sore hari yang di hadiri sejumlah pejabat dan kepala daerah.

Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Prof Dr Bambang PS Brodjonegoro, mengatakan, bonus demografi itu adalah kesempatan sekali seumur hidup bagi bangsa Indonesia.

“Jadi ketika kita punya peluang, inilah kesempatan, mungkin sampai tahun 2043, lama lagi, hanya 20 tahun, tidak boleh kita lewatkan ya, boleh dibilang agak lambat untuk kemudian bisa maju kedepan,” paparnya.

Ditambahkannya intinya adalah mencoba menjaga agar ada muncul SDM yang memiliki talenta-talenta yang erat, di berbagai bidang untuk kemajuan bangsa.

“Ketika kita punya anak bagaimana memastikan pendidikan anak itu bisa dijaga, bagaimana juga karakternya bisa dijaga, sehingga sejalan dengan apa yang menjadi cita-cita bangsa yang menjadi bangsa yang produktif, ” tandasnya. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.