Bhintan Shalawat

LBH-YLBHI Buka Pos Pengaduan Masyarakat Jakarta Terkait Polusi Udara

JAKARTA,koranindonesia.id-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) membuka pos gugatan warga yang menjadi korban polusi udara Jakarta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengakui bahwa kualitas udara di Ibu Kota belum baik.

Anies mengatakan pihaknya saat ini sedang mengkaji aturan untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta., dan pihaknya edang menyusun aturan tersebut dengan pihak terkait.

“Iya nggak apa-apa sih saya digugat, memang kotor. Yang ngotorin kita semua. Tapi Kan yang ngotorin bukan PNS,” ungkapnya di Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (14/04/2019).

Ditambahkan Anies kalau sudah lengkap semua baru kita umumkan. Sebab pemerintah DKI sedang menyusun sampai rencana teknisnya untuk bisa punya udara yang lebih bersih. Menurutnya salah satu aturannya akan berkaitan dalam pengaturan kendaraan bermotor. Namun dia masih enggan menjelaskan secara detail.

“Harus dimulai semuanya, kendaraan publik dilakukan, juga kendaraan milik swasta. Intinya bukan pada volume kendaraan tapi pembuangannnya,” jelasnya.

Dalam siaran persnya, LBH Jakarta dan YLBHI membuka pos gugatan warga yang dirugikan oleh kualitas udara Jakarta. Kualitas udara di kawasan ini sudah tercemar dan membahayakan. Ada Particulate Matter (PM) 2.5 yang melewati ambang batas.

“Dampak kesehatan atas pencemaran udara khususnya PM 2.5 yang tersebut juga berbagai macam, mulai dari infeksi saluran pernafasan (ISPA), jantung, paru-paru, resiko kematian dini, sampai kanker karena senyawa-senyawa yang terkandung dalamnya,” kata Kabid Advokasi dan Pengacara Publik LBH Jakarta, Nelson Simamora saat diskusi di Kantor LBH, Menteng, Jakarta Pusat.

Lewat pos yang didirikan LBH Jakarta dan YLBHI, warga bisa menggugat Pemprov DKI, Jawa Barat, Banten, hingga Pemerintah Pusat. Formulir gugatan masyarakat ini bisa didaftarkan di www.bantuanhukum.or.id.

“Waktu pembukaan pengaduan calon penggugat terkait gugatan pencemaran udara Jakarta akan dilakukan dari 14 April hingga 14 Mei 2019,” tandasnya. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.