Banner sumsel

Lawan Kampanye Hitam Sawit, Apindo Sumsel Surati Presiden

PALEMBANG, koranindonesia.id – Kampanye hitam yang mengancam nasib buruh sawit di Indonesia menuai respon dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel).

Tidak ingin berlarut dengan kondisi tersebut, Koalisi Serikat Buruh dan Apindo Sumsel menyurati Presiden RI Joko Widodo untuk menyampaikan aspirasi mereka dengan tagar perjuangan #sawitadalahkita.

“Kami menolak dan mengutuk aksi-aksi yang melakukan kampanye hitam atas sawit. Karena tidak sesuai fakta, tidak adil, dan sangat diskriminatif,” ujar Ketua DPP Apindo Sumsel Sumarjono Saragih, dalam siaran pers yang diterima koranindonesia.id, Kamis (22/11/2018).

Dikatakannya, kampanye hitam tersebut secara nyata telah mengancam nasib 17,5 juta buruh sawit Indonesia. Harga turun, sawit ditolak di pasar global, tanki minyak sawit penuh dan melimpah. Aktivitas pekerjaan panen dan perawatan sudah dikurangi bahkan berhenti.

“Bila tidak ada solusi segera, maka buruh terancam PHK dan bisa meningkatkan kriminalitas dan kerawanan sosial di sentra-sentra sawit,” tuturnya.

(FOTO/IST)

Selain itu, pihaknya meminta dan mendesak pemerintah untuk menindak kelompok-kelompok NGO, ataupun LSM lokal dan global yang melakukan aktivitas yang melanggar hukum dan dinilai telah memutarbalikkan fakta sebenarnya.

“Pemerintah harus lebih aktif melakukan pengawasan, pembinaan dan penindakan, sehingga semua pelaku kebun sawit patuh dan taat dengan hukum ketenagakerjaan Indonesia,” jelasnya.

Karena itu, ia mendesak, serta mendukung segala upaya dan kebijakan yang bisa menaikkan harga segera. Peningkatan konsumsi dalam negeri program B-20 dan mengurangi atau menghilangkan pungutan ekspor diharapkan dapat menjadi solusi.

“Kami berharap aspirasi ini bisa didengar oleh pak Presiden untuk kemudian ditindaklanjuti,” pungkasnya.

(ded/rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.