Banner sumsel

Laporan Hanya Bukti Link Berita, Bawaslu Kembali Tidak Menerima Laporan BPN

JAKARTA,koranindonesia.id- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali tidak menerima laporan BPN Prabowo-Sandiaga atas dugaan kecurangan pemilu terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) karena bukti yang diajukan hanya berupa link berita.

Ketua Bawaslu, Abhan mengatakan laporan dugaan pelanggaran pemilu TSM tidak dapat diterima. Dikatakannya dalam pertimbangannya, Bawaslu menyebut bukti-bukti yang diajukan BPN Prabowo-Sandi belum memenuhi kriteria TSM.

“Bukti yang diajukan BPN Prabowo-Sandi di antaranya berupa link berita. Jadi laporan BPN kita tolak,” ungkapnya dalam sidang putusan pendahuluan di kantor Bawaslu RI, jalan MH Thamrin No 14, Jakarta Pusat, Senin (20/05/2019).

Sementara anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar mengatakan dengan hanya memasukkan bukti berupa link berita dalam laporan pelanggaran administrasi pemilu yang terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif, maka nilai kualitas bukti belum memenuhi syarat. Untuk itu, tidak dimasukkan dalam pelanggaran pemilu.

“Jadi laporan tersebut tidak diterima, namun kalau ada nanti laporan yang menyertai bukti konkrit dan dinyatakan pelanggaran pemilu pasti akan diproses,” terangnya.

Sebelumnya putusan pendahuluan yang ditolak Bawaslu ini berdasarkan aduan dari anggota BPN Prabowo-Sandiaga, Dian Fatwa. Sebelumnya, Bawaslu lebih dahulu menolak aduan serupa dari Djoko Santoso dan Hanafi Rais. (erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.