Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba Bayar Pajak

Laporan 11 LSM Terkait Deforestasi di Papua tak Sesuai Fakta

Jakarta,koranindonesia.id-Laporan yang diterbitkan oleh 11 LSM mengenai deforestasi atau penebangan hutan di Provinsi Papua dan Papua Barat dipastikan tak sesuai fakta soal lokasi dan perizinannya.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nunu Anugrah menyatakan pada halaman 14, laporan tersebut menuding deforestasi tertinggi terjadi pada periode Menteri LHK Siti Nurbaya seluas 298.687 hektare (Ha). Namun laporan tersebut menutupi fakta mengenai siapa yang memberikan pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan sawit sehingga telah terjadi deforestasi pada areal seluas itu.

“Laporan tersebut menyembunyikan fakta tersebut untuk mencapai pada kesimpulan bahwa seolah-olah deforestasi tertinggi di Tanah Papua berasal dari perizinan di periode kepemimpinan Menteri Siti Nurbaya,” ujar Nunu dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Menurut Nunu laporan tersebut dikesankan sebagai laporan yang membahas soal asal usul deforestasi secara legalitas, namun terbukti menutupi fakta mengenai kapan dan siapa yang memberikan perizinan pada areal yang terjadi deforestasi tersebut.

Dia juga menegaskan bahwa pelepasan kawasan hutan, termasuk untuk pembangunan perkebunan sawit, dimulai dari adanya surat rekomendasi pelepasan kawasan hutan yang diterbitkan oleh para bupati/walikota dan kedua gubernur di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“KLHK dengan tegas menyatakan bahwa laporan 11 LSM tersebut sangat prematur karena masih menutupi fakta soal sebaran areal deforestasi selama 2015-2019 tanpa mengungkapkan pada periode siapa perizinan tersebut diterbitkan,” tegas dia.

Lebih lanjut Nunu mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya akan menerbitkan laporan sebaran areal deforestasi berdasarkan kapan perizinan itu diterbitkan, terutama di Papua dan Papua Barat.

“Perlu ditegaskan bahwa hampir semua deforestasi di Papua dan Papua Barat adalah bersumber dari perizinan sebelum pemerintahan Joko Widodo dan Menteri LHK Siti Nurbaya,” tutur dia.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.