Banner sumsel

Lahat Masih Kekurangan Tenaga Bidan Desa

LAHAT, koranindonesia.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat menyiapkan Tim Kesehatan, untuk melayani warga yang berada di pelosok desa.

Kendati saat ini, di Kabupaten Lahat sendiri, tidak ada lagi desa yang terkategori terpencil, namun  hal tersebut dilakukan sebagai bentuk untuk persiapan, jika sewaktu waktu nanti dibutuhkan. Disisi lain, Dinkes Lahat sendiri terus meningkatkan peran Puskesmas yang ada di Kecamatan.

“Ya upaya pelayanan terus kita tingkatkan. Salah satunya, proses akreditasi Puskesmas manfaat dan tujuannya untuk peningkatan status. Tak hanya itu, dapat memberikan rasa percaya diri dalam melayani pasien dikarenakan dalam menjalankan tugas, semua tahapan berdasarkan standard dan prodesur yang baku,” ungkap Kadinkes Lahat,  Dr H Rasyidi Amri MT MKM, Senin (12/11/2018).

Hanya saja disampaikan Rasyidi, adanya kekurangan tenaga kesehatan.  Menurutnya,  dari 360 desa di 24 kecamatan Kabupaten Lahat masih kekurangan tenaga kesehatan khususnya Bidan Desa.

Akibatya, pelayanan kesehatan belum maksimal lantaran warga desa terpaksa harus ke kecamatan atau kabupaten. “Sejauh ini jumlah bidan yang ada total 295 orang, jumlah Poskesdes 238 unit, dan jumlah Posyandu 449 unit,” terangnya.

Saat ini  dikatakannya, sudah sembilan dari 33 Puskesmas dinilai akreditasi. Enam Puskesmas akan dinilai akhir 2018 dan sisanya di 2019.  Pihaknya sendiri berharap,  semua Puskesmas yang ada tersebut lulus dalam uji akreditasi, dengan demikian, apa yang diharapkan masyarakat dan pemberian pelayanan bisa terpenuhi baik dari sisi sarana, obat-obatan,  kualitas pelayanan dan lainya.  Dikatakannya juga,  jika saat ini sudah ada 11 Puskesmas yang sudah melayani rawat inap 24 jam.

“Sementara untuk mendorong kesehatan masyarakat digulirkan program Gerakan masyarakat untuk hidup sehat (Germas). Ada juga Program Indonesia Sehat (PIS), dan Pendekatan Keluarga (PK) yang merupakan program nasional,” jelasnya.

Dinkes juga, memperkut pegawai kesehatan dengan aktif memantau kesehatan warga desa terutama adanya penyakit yang jarang diderita warga Lahat. “Kesehatan masyarakat terus kita pantau,” pungkasnya.

(sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.