Banner sumsel

Lahan Pertanian di Palembang Tergerus Hingga 10%

PALEMBANG, koranindonesia.id – Tingginya laju pembangunan di Kota Palembang nyatanya memberikan dampak negatif terhadap ruang hijau seperti pertanian. Saat ini saja, dari 6.028 hektar lahan potensi pertanian sudah tergerus 10%.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti mengatakan, meski ada Undang Undang (UU) Nomor 41/2009 tentang perlindungan lahan pertanian, pihaknya tidak bisa mengambil tindakan terutama lahan yang merupakan milik masyarakat.

“Kewenangannya kembali ke warga yang punya lahan. Saat ini banyak orang lebih menyerahkan lahan mereka ketika diganti rugi dengan jumlah besar, siapa yang tidak mau,” ujar Sayuti, Kamis (11/10/2018).

Untuk itu, pihaknya mengupayakan lahan pertanian masuk ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang saat ini sedang direvisi Pemerintah Kota Palembang. “Dengan nantinya masuk ke dalam RTRW maka ada kekuatan hukum dan yang melanggar ada sanksi, sehingga lahan pertanian terlindungi,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti. (FOTO/IYA)

Dia mengatakan area pertanian yang terbesar di dominasi oleh tiga kecamatan yaitu Kecamatan Gandus, Kertapati, dan Kalidoni. “Adanya di pinggiran sungai dan ada juga di kawasan Sematang Borang 90 hektar, Plaju 250 hektar dan di 10 kecamatan lainnya,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk mengoptimalkan produksi beras di Palembang, pihaknya melakukan dua kali panen selama satu tahun. “Tahun ini kami mulai melakukan penanaman sebanyak dua kali dalam setahun, karena untuk menambah lahan pertanian baru tidaklah mudah, maka dari itu kami lebih fokus mengoptimalkan produksinya saja,” katanya.

Palembang saat ini hanya mampu memproduksi gabah giling sebanyak 4-5 ton perhektar, jika di akumulasikan dalam satu tahun Palembang mampu memproduksi 26 ribu ton gabah giling.

“Palembang bukan kota penyuplai beras. Walaupun jumlah produksi tidak sebanding dengan banyaknya penduduk, tapi kita diuntungkan dengan banyaknya distributor beras yang masuk ke Palembang,” ungkapnya.

(iya).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.