Lagi, Petugas KPPS di Solo Meninggal Dunia

SOLO, koranindonesia.id – Penyelenggaraan Pemilu 17 April lalu kembali memakan korban. Kali ini, anggota KPPS 147 Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Suratin (54) meninggal dunia pada Kamis (25/4/2019).

Informasi yang dihimpun, almarhum beralamat di Perum Tegal Asri RT 03/ RW 22, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo. Nampak, istri dan anak Suratin tak kuasa menahan tangis karena ditinggal pergi almarhum selama-lamanya.

Istri almarhum, Dwi Astuti (55) mengaku, sebelumnya Suratin mengeluh masuk angin dan sesak di bagian dada pada Rabu (24/4) sore. Meski bagitu kala itu Suratin enggan dibawa ke rumah sakit. Sebab dia menganggap penyakitnya itu hanya penyakit biasa saja.

Namun, setelah menunaikan salat Magrib, rasa sesaknya justru semakin menjadi-jadi.
“Karena sepertinya sudah tidak tahan lagi, akhirnya setelah Magrib bapak kami bawa ke Rumah Sakit Hermina. Setelah ditangani tenaga medis di IGD, bapak langsung masuk ruang ICU,” kata Astuti.

Akan tetapi, kondisi sang suami semakin drop. Hingga akhirnya ajal menjemput kakek satu cucu ini sekitar pukul 06.00 WIB, pagi tadi. Dari hasil diagnosa dokter, diketahui almarhum Suratin meninggal dunia karena gagal jantung, kelainan paru-paru, dan ginjal. “Padahal sepengetahuan saya bapak tidak pernah punya penyakit tersebut,” ungkap Astuti.

Ditambahkan Astuti, suaminya bertugas selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa (16/4) hingga Kamis (18/4) pagi. “Selasa bapak keluar rumah sekitar jam 20.00 WIB, katanya mau menunggu kotak suara datang. Pulang sekitar jam 03.00 WIB dinihari keesokan paginya. Setelah itu tidur, jam 05.30 WIB bangun lagi untuk jaga TPS,” jelas Suratin.

Lebih lanjut dikatakan Astuti, suaminya sempat pulang saat petang untuk mandi dan menunaikan salat Maghrib. Lalu tak lama, kembali lagi berangkat ke TPS. “Katanya belum selesai. Bapak tugas selesai jam 05.00 WIB. Setelah tiga hari kurang istirahat, bapak mengeluh capek. Dan puncaknya pagi tadi itu,” terangnya.

Selain Astuti, almarhum meninggalkan dua orang putri, Asti Setyoningsih dan Sari Ratnaningsih, satu orang menantu dan satu orang cucu. Jenasah Suratin sendiri dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo.
(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.