Banner sumsel

Kurangi Golput, KPU dan Bawaslu Harus Bisa Dipercaya

JAKARTA, koranindonesia.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu dapat berperan agar pemilih menggunakan hak pilihnya. KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga harus benar-benar bekerja profesional.

“Seringkali orang tidak gunakan pilih ada faktor ketidakpercayaan terhadap lembaga-lembaga politik, termasuk penyelenggara dan pengawas Pemilu. KPU dan Bawaslu harus jadi lembaga yang dipercaya betul oleh publik,” kata mantan Ketua KPU Juri Ardiantoro, Jumat (8/2/2019).

Dengan begitu, menurut Juri, masyarakat memercayai proses pemilu berlangsung dengan baik. “Penyelenggaranya bisa bekerja profesional dan netral, sehingga orang tidak gamang dan menjadi mantap gunakan hak pilihnya,” ujar Juri.

Juri menyatakan, KPU juga perlu merancang dan membuat kebijakan yang memudahkan masyarakat menggunakan hak pilih. “Jadi, jangan justru membuat kebijakan yang menyulitkan pemilih,” tegas Juri.

Apabila ada pemilih yang ingin pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS), karena alasan pekerjaan atau lainnya, ungkap Juri, sepatutnya dipermudah. Berikutnya, masih kata Juri, TPS harus berada tidak jauh dari domisili pemilih.

Juri menambahkan, pemilih yang hanya menggunakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) sesuai domisili pun sebaiknya tidak ditolak. “Misal kalau ada orang memilih dengan menggunakan e-KTP saja, maka jangan mudah ditolak,” imbuh Juri.

Juri menyebut, “Kan ada beberapa kasus di TPS orang ditolak karena waktunya belum saatnya. Atau misalnya ada pemilih sudah terdaftar bawa formulir C-6 harus juga diminta bawa e-KTP. Sementara orang itu enggak bawa e-KTP atau fotokopiannya, sehingga begitu pulang, enggak mau lagi datang ke TPS. Itu bisa membuat tinggi angka golput,” tandasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.