Banner sumsel

Kuasa Hukum Pemprov Papua Datangi Polda Metro Jaya Minta Pemeriksaan Ditunda

JAKARTA,koranindonesia.Id-Kuasa hukum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, Stevanus Roy Rening, mendatangi Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk menyampaikan surat permohonan penundaan pemeriksaan, terhadap Sekretaris Daerah Pemprov Papua, TEA Hery Dosinaen.

Stevanus mengatakan kliennya diperiksa terkait kasus dugaan penganiayaan dua pegawai KPK. Dikatakannya dirinya tadi sudah menyampaikan suratnya, kemarin kan informalnya, hari ini saya sampaikan suratnya. Hery tak dapat memenuhi panggilan pemeriksaan yang dijadwalkan pada Kamis (14/2) besok.

“Hery telah memiliki jadwal padat untuk mendampingi Gubernur Papua, Lukas Enembe itu alasannya mengapa dirinya tidak hadir,” terangnya.

20 pegawai Pemprov Papua yang dipanggil sebagai saksi dalam kasus ini, juga tidak bisa memenuhi panggilan pemeriksaan. Mereka tak dapat meninggalkan pekerjaan membantu Gubernur Papua, sehingga diusulkan lokasi pemeriksaan dilakukan di Polda Papua.

“Memindahkan lokasi pemeriksaan dapat menjaga efisiensi dan efektivitas kinerja pegawai Pemprov Papua,” katanya.

Untuk itu pengacaranya ini berharap permohonan tersebut dapat dikabulkan. Ia memastikan, pihaknya mendukung penuh langkah Polda Metro Jaya untuk mengungkap motif pelaporan kasus dugaan penganiayaan tersebut.

“Motifnya adalah motif yang mengakibatkan terjadi peristiwa seperti pelaporan ini, tetap harus kita tindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, optimistis aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini. Dia meyakini, penanganan perkara ini semakin terang, setelah penyidik mengagendakan pemeriksaan sejumlah saksi yang berada di Hotel Borobudur, yang menjadi lokasi terjadinya dugaan penganiayaan.

Dari proses yang dilakukan, kami melihat penanganan perkara ini semakin terang, apalagi ketika penyidik sudah mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi yang berada di Hotel Borobudur saat itu,” kata Febri.

Aksi penganiayaan pegawai KPK yang diduga dilakukan pegawai Pemprov Papau, terjadi pada Minggu (3/2) dini hari lalu. Aksi tersebut dilakukan saat kedua pegawai KPK tengah menjalankan tugasnya di lokasi. KPK dan Pemprov Papua terlibat saling lapor atas peristiwa tersebut. KPK melaporkan Pemprov Papua ke Polda Metro Jaya atas dugaan penganiayaan terhadap dua pegawainya.

Sehari kemudian, Pemprov Papua melaporkan balik penyidik KPK atas dugaan pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.