Banner sumsel

Kuasa Hukum Minta PT BSP Tunjukan Surat Jual Beli Lahan

LAHAT, koranindonesia.id – Magatur Nainggolan, SE, SH,MM, CLA, kuasa hukum lima warga Banjar Sari, Lahat yang lahannya diduga diserobot PT Banjar Sari Pribumi (BSP)  mengadakan pertemuan dengan  manajemen PT BSP diwakili Emil Zaman dan Ujang  Herawan. Pertemuan dihadiri Sekda Lahat, Ramsi SE, MM di Oproom, Pemkab Lahat, Selasa (27/3/2018).

Pada kesempatan itu Magatur Nainggolan SE SH MM CLA, sebagai kuasa hukum  pemilik lahan yang diduga diserobot PT BSP, memperlihatkan surat kuasa yang diberikan kepadanya,dan memperlihatkan surat kepemilikan lahan yang diduga telah diserobot.Disamping itu Magatur meminta Ujang  Herawan menjelaskan dan memperlihatkan bukti legalitas atas pembebasan lahan tersebut.

“Tolong diperlihatkan mana bukti buktinya,mana sejarah riwayat tanah yang dibeli. Nama bukti pembelian  lahan  6 orang yang sudah dibeli itu,” katanya.

Ujang Herawan,  ketua tim pembebasan lahan dari PT. Banjar Sari Pribumi, tidak bisa menunjukkan surat  bukti jual beli lahan. Ia berdalih lahan tersebut overlap dengan desa Muaralawai.

“Saya  hanya akan tunjukan surat dengan yang berkepentingan ,di pengadilan saja,”katanya.

Akibatnya itu mengalami kebuntuan  dan tidak menemukan titik temu. Seketaris Daerah, Lahat,  Ramsi S IP MM sebagai fasilisator, memita PT PBS dan kuasa hukum warga untuk mengadakan negosiasi dalam waktu 30 hari dan keenam lahan yang diduga diserobot tidak boleh ada gangguan pada tanah yang diperlihatkan suratnya sampai ada kekuatan hukum. (nur)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.