Banner sumsel

Kritik Soal Rumah Dinas, Gerindra Nilai PSI Terlalu Nafsu Serang Anies Baswedan

 

JAKARTA, koranindonesia.id – PSI mengkritik anggaran renovasi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Partai baru itu menuding Anies tidak mencerminkan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Menanggapi hal itu, Gerindra tidak terima. Partai besutan Prabowo Suboanto itu menganggap tudingan PSI tersebut jelas dipaksakan dan tidak berdasar.

“PSI sudah menyerang Anies secara terbuka,” kata Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Syarif, Senin (7/10/2019).

Syarif mengatakan, anggaran sudah diajukan sejak 2017. Tapi proses renovasi tidak terealisasi hingga saat ini.

“Rumah dinas gubernur sudah banyak yang rusak dan sejak 2017 diusulkan direhab tapi belum juga terealisasi,” jelas Syarif.

Syarif menyebut PSI naif dengan tudingannya. Mereka dinilai terlalu bernafsu menyerang Anies.

Sebab, menurut Syarif, tidak ada kaitan renovasi rumah dinas dengan keberpihakan kepada rakyat kecil.

“Tak ada kaitannya soal narasi rakyat kecil yang sedang dibangun Anies dengan urusan rumah dinas. Sudah dua tahun Anies tak menempati rumah dinasnya. Penilaian PSI naif dan terkesan menyerang Anies,” tutur Syarif.

Sebelumnya, anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana, mengkritik renovasi rumah dinas gubernur. Dia meminta anggaran tersebut dialihkan untuk perbaikan sanitasi tersebut.

“Kalau sudah berarti ada masalah di serapan. Kalau belum ada, lebih baik anggaran buat rumah dinas gubernur dialihkan ke sana. Agar narasi rakyat kecil Pak Anies nggak hanya retorika,” tutur William saat dimintai konfirmasi terpisah.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.