Banner sumsel

KPU Minta Capres-Cawapres Tidak Lagi Klaim Kemenangan

JAKARTA,koranindonesia.id-Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta para capres-cawapres tidak lagi klaim kemenangan Pilpres 2019. Diharapkan kedua Paslon bersabar menunggu penghitungan resmi KPU.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan klaim dari pihak masing-masing pasti tentu ditolak oleh pihak yang lain. Sebab ini adalah kontestasi politik, KPU sangat menyadari sebab KPU menyediakan publikasi mengenai hasil penghitungan suara.

“Silakan menunggu proses penghitungan yang dilakukan oleh KPU, jangan ada lagi klaim-klaim kemenangan, kalau nanti sudah klaim tapi kalah, ayo yang malu siapa,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (19/04/2019).

Dijelaskannya input hasil hitung suara sedang dilakukan KPU pusat. Hingga pukul 14.45 WIB, sudah masuk hasil suara dari 18.044 TPS dari 813.350 TPS (2,21848%). Jadi bersama-sama mengawal proses penghitungan itu. mudah-mudahan nanti bisa menjadi mekanisme di mana kemurnian tiap suara yang diberikan oleh pemilih kita di TPS itu bisa dijaga sampai di rekapitulasi tingkat nasional.

Sementara itu dari hasil quick count sejumlah lembaga survei, pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin menang dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Capres Jokowi sudah berbicara mengenai hasil quick count 12 lembaga survei yang mengunggulkan dirinya.

“Hasil quick count itu menyebut Jokowi-Ma’ruf memperoleh 54,5%, sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapat 45,5%,” terang Pramono Ubaid.

Sedangkan Prabowo sudah tiga kali mengklaim kemenangannya pada Pilpres 2019. Menurut Prabowo, dirinya menang pilpres dengan perolehan suara 62 persen.

“Saya ulangi, pada hari ini, saya, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa saya dan Saudara Sandiaga Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2019-2024 berdasarkan penghitungan lebih dari 62 persen hitungan real count,” kata Prabowo di kediamannya, Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (18/04/2019). (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.