KPU Diminta Tidak Hambat Penyelidikan KPK

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Politisi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid berharap Komisi Pemilihan Umum tidak menghambat kinerja Komisi Pemberantas Korupsi terkait kasus mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Dalam pemberitaan yang dilihat Hidayat Nur Wahid, KPK ke kantor KPU untuk menggeledah ruang kerja Wahyu Setiawan pada Senin (13/1/2020).

Hidayat Nur Wahid berharap hal ini dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan rakyat kepada KPU terlebih akan menuju Pilkada 2020.

“Demi kembalikan kepercayaan Rakyat terhadap KPU, dan demi legitimasi 200an Pilkada tahun 2020 yang akan diselenggarakan oleh KPU, penting sekali Pimpinan KPU tak hambat dan akan lebih bagus jika memperlancar tugas Penyidik @KPK_RI,” tulis @hnurwahid di Twitter Selasa (14/1/2020).

Seperti dikabarkan, KPK menggeledah kantor ruang kerja pimpinan KPU. Penggeledahan tersebut terkait kasus dugaan suap terhadap Wahyu Setiawan.

Petugas KPK datang dengan empat mobil sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung masuk ke tempat para pimpinan KPU bertugas sementara, yakni di Gedung Mes BI Imam Bonjol, tepat di samping Kantor KPU RI.

Petugas dikawal sekitar empat personel kepolisian bersenjata lengkap, petugas KPK masuk ke ruangan tempat pimpinan KPU bekerja, namun tidak diketahui ruangan mana saja yang kemungkinan digeledah.

Komisioner KPU Ilham Saputra saat dihubungi mengatakan sedang tidak berada di kantor ketika petugas KPK mendatangi kantor pimpinan KPU sehingga tidak bisa memastikan giat KPK tersebut.

“Saya di luar kantor,” jawabnya singkat.

Sementara itu, komisioner yang lain belum ada yang memberikan tanggapan ketika ditanya kemungkinan penggeledahan oleh petugas KPK tersebut.

Pada Rabu 8 Januari 2020, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap salah seorang komisioner Komisi Pemilihan Umum RI yaitu Wahyu Setiawan.

Wahyu diketahui meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR RI pengganti antar waktu.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.