Banner sumsel

KPU Data Pemilih Penyandang Disabilitas Mental

JAKARTA, koranindonesia.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mendata pemilih tunagrahita atau penyandang disabilitas mental berdasarkan dokumen kependudukan, bagi yang memiliki KTP elektronik (e-KTP), ataupun surat keterangan (suket).

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan, KPU akan melakukan sosialisasi pemilu kepada penyandang disabilitas mental. Sosialisasi dilakukan agar pemilih dapat memahami pemilu dan cara memilih dengan baik. Sosialisasi ini akan dilakukan di rumah sakit jiwa (RSJ) atau panti sosial.

“Jadi bukan hanya kepada pemilih disabilitas, tapi terkonsentrasi kepada rumah sakit jiwa atau panti,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (23/11/2018).

Sosialisasi itu tidak hanya ke pemilih penyandang disabilitas mental, namun juga kepada perawat. Sebab, pendamping pemilih disabilitas mental perlu mengetahui kondisi dan penanganan pada saat pemungutan suara.

Jadi kepada pengelola atau pengurus rumah sakit jiwa, perawat, secara utuh. Karena nanti sosialisasi itu selain terkait dengan pemilu, tapi juga terkait dengan kekhasan dari penyandang disabilitas mental.

“Inikan pemilih rentan yang perlu diperhatikan. Tapi prioritas utamanya kepada perawat atau pengelola, sehingga bisa memberikan penanganan yang optimal kepada penyandang disabilitas mental,” imbuh Viryan.

Viryan menuturkan disabilitas mental memiliki tingkatan tersendiri, dari ringan hingga permanen. Karenanya menurut dia, tak semua penyandang disabilitas mental tidak mengerti terkait pemilu.

Menurutnya tidak semua penyandang disabilitas mental tidak mengerti sama sekali, yang namanya disabilitas mental itu kan sedang dalam pengobatan, mulai dari yang derajatnya rendah sampai yang tidak bisa memutuskan pilihan.

“Kan beragam, jangan hanya memahaminya penyandang disabilitas mental, stigmanya seolah-olah tidak bisa sama sekali menggunakan hak pilih,” tandasnya.

(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.