Banner sumsel

KPU akan Fasilitasi Iklan Kampanye di Media Online

JAKARTA,koranindonesia.Id-Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akan fasilitasi iklan kampanye di media daring (online) namun hanya untuk iklan kampanye Capres-Cawaspres, Parpol peserta pemilu, DPD RI, dan parpol lokal Aceh.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan untuk media daring paling banyak satu banner, paling banyak 5 media, dan paling lama 21 hari. Dikatakannya selain di media online, KPU juga memfasilitasi penayangan iklan kampanye di media televisi, koran dan radio. Masing-masing 3 spot per hari.

“Dasar hukum fasilitas iklan kampanye masih sama UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu. Sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan KPU Nomor 33,” ungkapanya kepada wartawan di Gedung KPU  Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (27/02/3019).

Dikatakannya selain iklan kampanye yang difasilitasi KPU, peserta pemilu diperkenankan mengiklankan diri secara mandiri. Khusus iklan mandiri di televisi dan radio, KPU membatasi 10 spot per hari di masing-masing media.

“Kami menyadari kepentingan peserta pemilu untuk berkampanye melalui media, kami memberikan ruang dan kesempatan bagi peserta pemilu dapat membuat iklan kampanye secara mandiri berdasarkan aturan undang-undang,” terangnya.

Sementara Asisten Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Hafidhah Farwa mengatakan lembaganya akan mengawasi iklan kampanye di media massa. Pelanggaran bakal ditindak tegas dan KPI akan memberikan sanksi bagi peserta yang menayangkan iklan di luar jadwal.

“Pengawasan yang dilakukan KPI yaitu terkait iklan kampanye di luar jadwal dan jumlah penayangan iklan. Sanksi yang akan diberikan juga beragam, mulai dari peringatan hingga pemberhentian sementara,” tandasnya. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.