KPK Terus Dalami Dugaan Keterlibatan Mendag Terkait Suap Bowo Sidik Pangarso

JAKARTA,koranindonesia.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait kasus dugaan suap Bowo Sidik Pangarso. Penggeledahan dilakukan pada Selasa (30/04/2015) sore lalu.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan Selasa sore penggeledahan rumah Mendag Enggartiasto Lukita. Dikatakannya kediaman Enggartiasto yang digeledah KPK berada di Jl Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan. Belum ada keterangan lebih rinci terkait penggeledahan tersebut.

Sebelumnya, KPK juga melalukan penggeledahan di Kementerian Perdagangan (Kemendag), termasuk ruang Mendag di Jl Ridwan Rais, Jakarta Pusat, pada Senin (29/04/3019). KPK membawa dua koper dari kantor Kemendag tersebut.

Ketua KPK Agus Rahardjo sebelumnya mengatakan penggeledahan ruang Mendag Enggartiasto Lukita dilakukan untuk menindaklanjuti keterangan dari kasus dugaan suap Bowo Sidik Pangarso. Agus menyebut ada keterangan di penyidikan soal dugaan aliran dana dari Mendag Enggartiasto.

“Ada keterangan yang membutuhkan (dan) menemukan alat bukti yang lebih. Kan disampaikan salah satunya uangnya dari sana. Ya, kita dalami barangkali ada keterkaitannya, barangkali yang disampaikan itu betul,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima koranindonesia.id, Selasa (2/05/2019).

Dari keterangan yang disampaikan dalam pemeriksaan terkait kasus Bowo Sidik, tim penyidik bergerak. Ditelusuri juga dugaan sumber aliran dana lainnya ke Bowo Sidik, anggota Komisi VI DPR.
Dari ruang Mendag, tim penyidik KPK menyita sejumlah dokumen, salah satunya dokumen terkait perdagangan gula. Sementara itu, Mendag Enggartiasto balik menanyakan soal dugaan pemberian uang kepada Bowo Sidik.

“Apa urusan saya ngasih duit?” Jelas Enggartiasto saat ditanya wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Enggartiasto membantah memberikan uang kepada Bowo Sidik. Apalagi ia menegaskan berbeda partai politik dengan Bowo Sidik.

“Dari saya yakin betul nggak ada memberikan uang. Dia dari Golkar, saya dari NasDem,” tandasnya. (erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.