KPK Resmikan Gedung Pusat Edukasi Anti Korupsi ACLC

JAKARTA,koranindonesia.Id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meresmikan penggunaan Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi atau Anti-Corruption Learning Center (ACLC) yang di kantor KPK lama, Jalan HR. Rasuna Said Kav C1 Jakarta Selatan, Senin (26/11/2018).

Melalui peresmian tersebut, KPK mengajak segenap elemen bangsa dan komunitas internasional untuk memberantas korupsi melalui pendidikan antikorupsi. Ketua KPK, Agus Rahardjo mengatakan, memberantas korupsi tidak hanya mengandalkan cara-cara represif. Masyarakat, menurutnya, bisa ikut berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi melalui pendidikan.

Untuk itu, peresmian Pusat Edukasi Antikorupsi ini diharapkan menjadi momentum melahirkan semangat baru dalam upaya bersama memberantas korupsi. Untuk itu, KPK berharap, melalui Pusat Edukasi Antikorupsi ini sinergi dengan kementerian/lembaga dan penegak hukum melalui badan diklat masing-masing, semakin baik dalam pembangunan integritas masyarakat sebagai upaya kolektif dalam kerangka pemberantasan korupsi.

“Pusat Edukasi Antikorupsi atau ACLC dibentuk pada 2011 atas kerja sama antara KPK dan lembaga donor Jerman Deutsche Gesellschaft fuer Internationale Zusammenarbeit (GIZ),”  tandas Agus, saat meresmikan penggunaan Pusat Edukasi Antikorupsi di kantor KPK, Jalan Rasuna Said Kavling C1, Jakarta, Senin.

Dijelaskan Agus, Pusat Edukasi Antikorupsi ini lahir atas komitmen untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang antikorupsi. Hal ini tidak terlepas dari tantangan KPK menghadapi kompleksitas tindak pidana korupsi yang terus berkembang dengan modus kian canggih.

Untuk itu, sejak 2015, secara bertahap Pusat Edukasi Antikorupsi mulai beroperasi dengan menyusun materi-materi antikorupsi dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran, termasuk dengan metode pembelajaran jarak jauh atau e-learning. Saat ini, terdapat 30 orang trainer internal yang akan terus bertambah jumlahnya.

Pada 2016-2017, Pusat Edukasi Antikorupsi telah mendorong pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) melalui bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Melalui proses sertifikasi, telah dihasilkan 256 Penyuluh Antikorupsi (PAK) serta 47 Ahli Pembangun Integritas (API).

Selain itu, merespons permintaan lembaga-lembaga antikorupsi di beberapa negara, Pusat Edukasi Antikorupsi juga mengembangkan program kelas internasional. Pada 26-30 November 2018, kelas internasional akan diikuti para pejabat dan profesional dari lima lembaga antikorupsi, yakni Independent Joint Anti-Corruption Monitoring and Evaluation Committee (MEC) Afganistan; Bureau Independent Anti-Corruption (BIANCO) Madagaskar; Anti-Corruption Commission (ACC) Banglades; Administrative Control Authority (ACA) Mesir; dan Anti-Corruption Commission of the Republic of the Union of Myanmar (ACCM).

Pada kesempatan itu, KPK akan berbagi pengalaman, tantangan dan kesuksesan selama hampir 15 tahun. Saat itu, KPK juga mengambil pelajaran dari praktik-praktik terbaik yang dijalankan oleh masing-masing negara peserta. Harapannya, Pusat Edukasi Antikorupsi ini bisa menjadi rujukan di kawasan regional dalam meningkatkan integritas masyarakat. (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.