Banner sumsel

KPK Resmi Limpahkan Kasus Suap PLTU Riau-1 ke Pengadilan Tipikor

JAKARTA, koranindonesia.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melimpahkan proses penyidikan kasus suap PLTU Riau-1, dengan tersangka Eni Saragih ke tahap penuntutan, di pengadilan pidana tindak korupsi (Tipikor)

Kabiro Humas KPK Febri diansyah mengatakan, penyidikan untuk Eni Saragih telah selesai. Berkas dan tersangka telah diserahkan penyidik ke penuntut umum. Dalam waktu dekat direncanakan sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

“Tinggal menunggu sidang di Pengadilan, mudah-mudahan berjalan lancar dan Eni Saragih kooperatif menjalani persidangan nanti,” katanya kepada awak media, Jumat (9/11/2018)

Sebelumnya, KPK pada Jumat (9/11/2018) telah memeriksa Eni. Usai diperiksa, Eni mengakui ada penerimaan lain yang diterima dirinya terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1 tersebut.

“Ya saya akui ada penerimaan lain. Tadi semua sudah saya sampaikan ke penyidik KPK yang terhormat, nanti kita lihat di surat dakwaan saja,” ungkap Eni kepada awak media usia menjalani pemeriksaaan KPK, di Jakarta.

Untuk diketahui dalam penyidikan kasus itu, tersangka Eni telah mengembalikan uang kepada penyidik KPK sejumlah Rp3,55 miliar yang diberikan dalam empat tahap. Eni pun berjanji akan kooperatif nantinya dalam proses persidangan.

“Pokoknya saya sudah berjanji untuk kooperatif dan di persidangan yang melibatkan kasus saya,” terangnya.

Dalam penyidikan kasus itu, terdapat total pengembalian uang sejumlah Rp4,26 miliar masing-masing dari tersangka Eni sebesar Rp3,55 miliar dan dari panitia Munaslub Partai Golkar Rp712 juta. Pengembalian uang itu akan masuk dalam berkas perkara untuk kepentingan pembuktian di persidangan.

KPK pun akan mempertimbangkan sikap kooperatif tersebut sebagai alasan yang meringankan sekaligus terkait permohonan “justice collaborator” (JC) yang diajukan oleh tersangka Eni.

Sejauh ini, beberapa hal sudah diakui oleh Eni, seperti penerimaan-penerimaan terkait proyek PLTU Riau-1, pertemuan-pertemuan, dan peran pihak-pihak lain, baik yang sudah menjadi tersangka ataupun saksi dalam kasus ini seperti dari unsur politisi ataupun BUMN.

Untuk diketahui, tersangka Eni dan Idrus Marham diduga menerima suap dari Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited senilai Rp4,75 miliar.

(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.