Banner sumsel

KPK Periksa Wabup Tulungagung Kasus Tersangka Suap Sahri Mulyo

JAKARTA,koranindonesia.id--Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Wakil Bupati (Wabup) Tulungagung Maryoto Wibowo sebagai saksi terkait kasus dugaan suap di lingkungan Pemerintah daerah (Pemda) Tulungagung oleh tersangka Sahri Mulyo.

Jurubicara KPK Febri Diansyah mengatakan KPK memanggil Maryoto untuk dijadikan saksi mantan Bupati Tulungagung Sahri Mulyo. Dikatakan Febri selain Maryoto KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap Sekda Tulungagung Idra Fauzi dan Kepala BPKAD Tulungagung Hendry Setiawan.

“Ketiganya akan diminta kesaksiannya oleh penyidik KPK terkait kasus dugaan suap proyek peningkatan jalan di Kabupaten Tulungagung TA 2018,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (2/10/2018)

Dalam kasus ini, KPK telah memvonis empat orang tersangka seperti Syahri Mulyo, Agung Prayitno dari pihak swasta, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulung Agung Sutrisno, dan Susilo Prabowo selaku pihak kontraktor.

Syahri dijadikan tersangka karena menerima suap sebanyak 3 kali sebagai fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan di Dinas PUPR Pemkab Tulungagung. Total penerimaan Syahri yaitu Rp 2,5 miliar.

Atas perbuatannya, Syahri Mulyo, Agung Prayitno, dan Sutrisno sebagai pihak yang diduga menerima dalam perkara Tulungagung disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20/2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun Susilo Prabowo sebagai pihak yang diduga pemberi untuk dua perkara disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang- Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun juncto Pasal 65 KUHP pidana. (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.