KPK Periksa Tiga Saksi Kasus Pembangunan Gedung IPDN

JAKARTA,koranindonesia.Id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga saksi terkait kasus korupsi pengadaan dan pelaksanaan pembangunan gedung Kampus IPDN Kabupaten Gowa pada Kemendagri tahun anggaran 2011.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan ketiga orang yang diperiksa itu, dua  antaranya pegawai PT Waskita Karya Christian Orlando dan Osman Panahatan. Kemudian satu lagi merupakan pegawai negeri sipil bernama Rusel Simorangkir. Mereka akan diperiksa sebagai saksi tersangka Dudy Jocom selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tahun 2011.

“Penyidik hari ini memeriksa tiga saksi untuk tersangka DJ terkait kasus tindak pidana korupsi pengadaan dan pelaksanaan pembangunan gedung Kampus IPDN Kabupaten Gowa pada Kemendagri TA 2011,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (1/02/2019).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka pembangunan dua gedung IPDN di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara pada 10 Oktober 2018. Mereka yaitu Dudy Jocom, Pejabat Pembuat Komitmen Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kemendagri dan Adi Wibawo, Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Kemudian Dono Purwoko (DP) Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Dikatakan Febri Diansyah KPK telah memproses dugaan korupsi pada pembangunan dua gedung IPDN di Kabupaten Agam, Sumatera Barat dan Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Pada 2010, tersangka Dudy Jocom melalui kenalannya diduga menghubungi beberapa kontraktor kemudian memberitahukan akan ada proyek IPDN.

Selanjutnya, dilakukanlah pertemuan di sebuah kafe di Jakarta. Pertemuan tersebut diduga membahas penetapan kontraktor yang akan mengerjakan dua proyek pembangunan gedung IPDN tersebut. Adapun hasilnya pekerjaan proyek pembangunan gedung IPDN di Sulawesi Selatan akan dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Sementara proyek IPDN di Sulawesi Utara dikerjakan PT Adhi Karya.

Terkait pembagian proyek ini, diduga Dudy Jocom dan kawan-kawan meminta fee sebesar 7 persen. Selanjutnya, pada September 2011 pemenang lelang ditetapkan yang diikuti dengan penandatanganan kontrak proyek antara Dudy Jocom dan pihak kontraktor.

Pada Desember 2011, meskipun pekerjaan belum selesai Dudy Jocom meminta pembuatan berita acara serah terima pekerjaan 100 persen untuk proyek IPDN Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara, agar dana dapat dibayarkan.

Pada kasus pembangunan IPDN Sulawesi Selatan Kabupaten Gowa Tahun Anggaran 2011 ditetapkan dua tersangka, yaitu Dudy Jocom dan Adi Wibawo. Sedangkan pada kasus kedua terkait pembangunan IPDN Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2011 tersangkanya yakni Dudy Jocom dan Dono Purwoko.

Pada kedua proyek tersebut, diduga negara mengalami kerugian total sekurangnya Rp21 miliar yang dihitung dari kekurangan volume pekerjaan pada dua proyek tersebut. Rinciannya, sekitar Rp11,18 miliar untuk proyek pembangunan Kampus IPDN di Sulawesi Selatan, dan Rp9,378 miliar proyek pembangunan Kampus IPDN di Sulawesi Utara. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.