Banner sumsel

KPK Periksa Ketua Umum KONI

JAKARTA,koranindonesia.Id-Penyidik Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Umum KONI Tono Suratman sebagai saksi untuk kasus dugaan suap dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan Tono Suratman dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Ending Fuad Hamidy yang menjabat sebagai Sekjen KONI. Pemeriksaan terhadap ketua KONI ini diharapkan mendapat informasi dari saksi mengenai kasus suap dana hibah Kemenpora.

“KPK masih perlu banyak bukti untuk menyidik kasus korupsi dana hibah di Kemenpora ini. Mudah-mudahan saksi yang dipanggil mampu memberikan informasi terbaru,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (6/02/2019).

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Ada lima tersangka yang kemudian dijerat KPK yaitu Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy, Deputi IV Kemenpora Mulyana, PPK pada Kemenpora Adhi Purnomo dkk, serta staf Kemenpora Eko Triyanto.

KPK menduga ada fee sebesar 19,13 persen dari total hibah Rp 17,9 miliar atau senilai Rp 3,4 miliar yang diberikan pihak KONI pada para pejabat Kemenpora tersebut. Pemberian itu dimaksudkan agar KONI mendapatkan hibah.

Dalam pusaran kasus ini, sudah ada beberapa pejabat di Kemenpora termasuk Menpora Imam Nahrawi juga pernah diperiksa penyidik. Dalam pemeriksaan pada 24 Januari lalu, Imam ditanyai tentang dokumen yang disita penyidik di ruangannya. (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.