Banner pemprov Sumsel

KPK Periksa Direktur Teknik ESDM, Saksi Kasus Suap Proyek SPAM

JAKARTA,koranindonesia.id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba Kementerian ESDM, Sri Raharjo sebagai saksi, terkait kasus dugaan suap proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian PUPR.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan Sri Raharjo diperiksa sebagai saksi tersangka Anggiat Partunggul Nahot Simaremare.

Dikatakan Febri selain Sri Raharjo, penyidik juga memanggil 4 saksi lainnya untuk tersangka Anggiat. Mereka adalah Dirut PT Raja Muda Ririn Nurfaizah, Direktur PT Bilga Jaya Abadi Bilhan Gamaliel, Direktur BPK Janu Hasnowo, dan Projects Management PT Exa Data Internasional Widio Prakoso.

Ada 8 tersangka yang sudah ditetapkan KPK dalam kasus yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) pada 2018 itu. Mereka adalah sebagai pemberi suap Budi Suharto selaku Direktur Utama PT WKE, Lily Sundarsih selaku Direktur PT WKE, Irene Irma selaku Direktur PT TSP dan Yuliana Enganita Dibyo selaku Direktur PT TSP.

Sementara sebagai penerima Anggiat Partunggul Nahot Simaremare selaku Kasatker SPAM Strategis/PPK SPAM Lampung, Meina Woro Kustinah selaku PPK SPAM Katulampa, Teuku Moch Nazar selaku Kepala Satker SPAM Darurat, dan Donny Sofyan Arifin selaku PPK SPAM Toba 1.

“Suap itu diduga ditujukan agar PT Wijaya Kusuma Emindao dan PT Tashida Sejahtera Perkasa memenangi lelang proyek SPAM 2017-2018. Hasilnya, kedua perusahaan itu menang lelang 12 proyek dengan nilai Rp 429 miliar,” tandasnya.

Dalam proses penyidikan, KPK menemukan indikasi aliran suap ke 59 orang PPK proyek SPAM. Ada duit Rp Rp 22 miliar, USD 148.500, SGD 28.100, rumah dan emas batangan 500 gram yang telah disita KPK terkait kasus ini. (erw)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.