KPK Geledah Ruangan Anggota Komisi VII Terkait Penyidikan Bowo Sidik

JAKARTA, koranindonesia.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruangan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Demokrat Muhammad Nasir terkait suap terpidana korupsi Muhammad Nazaruddin.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, penggeledahan dilakukan pada Sabtu (4/5/2019). Dikatakannya, Nasir merupakan adik dari terpidana korupsi Muhammad Nazaruddin. “Tim KPK mendatangi salah satu ruangan di Gedung DPR-RI untuk melakukan penelusuran informasi dalam penyidikan dengan tersangka Bowo Sidik Pangarso,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (4/5/2019)

Febri mengatakan, bahwa kegiatan penggeledahan KPK merupakan bagian dari proses verifikasi informasi dugaan sumber dana gratifikasi yang diterima Bowo Sidik.

Bahkan, kata Febri, KPK menduga pemberian gratifikasi pada Bowo Sidik tersebut terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Kendati demikian, imbuh Febri, KPK tidak melakukan penyitaan dari proses penggeledahan tersebut. Sebab, KPK tidak menemukan bukti yang relevan dengan pokok perkara.

Dituturkannya KPK telah merencanakan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mengetahui sumber dana gratifikasi tersebut. “KPK akan dalami lebih lanjut pada rencana pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi mulai pada bulan Mei ini,” sebutnya.

Ditambahkan Febri, KPK telah mengidentifikasi setidaknya tiga sumber dana gratifikasi yang diterima Bowo Sidik. Namun, Febri enggan merinci informasi karena prosesnya masih dalam tahap penyidikan.

Bowo Sidik sendiri, telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus kerja sama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT HTK (Humpuss Transportasi Kimia) pada 28 Maret 2019 lalu.

Dalam pengembangan kasus, KPK menemukan dugaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan tersangka Bowo Sidik. Pada 29 April 2019, KPK menggeledah ruang kerja Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Enggar diduga meminta Bowo Sidik selaku anggota Komisi VI DPR RI, untuk membantu memuluskan pengesahan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi melalui Pasar Lelang Komoditas, yang berlaku sejak akhir Juni 2017.
(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.