KPK Eksekusi 10 Terpidana Suap Pembahasan APBD-P Kota Malang ke Lapas Porong

JAKARTA,koranindonesia.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi 10 mantan anggota DPRD Kota Malang terpidana perkara suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan eksekusi dilakukan ke Lapas Porong terhadap para terpidana yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Kota Malang.

Dikatakannya terdapat sembilan terpidana yang di eksekusi ke Lapas Porong, Rabu (24/04/2019) lalu, mereka adalah Arif Hermanto, Teguh Mulyono, Choirul Amri, Suparno, Harun Prasojo, Choirul Anwar, Mulyanto, Teguh Puji, dan Soni Budiarto

“Semuanya dikirim ke Lapas Porong untuk menjalani hukuman disana,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (27/04/2019).

Sedangkan satu terpidana lainnya dieksekusi ke Lapas Wanita Malang pada Kamis (25/04/2019), Erni Farida. Dipaparkannya mereka semua menjalankan masa hukuman sesuai putusan masing-masing yang telah berkekuatan hukum tetap. Sebelumnya, Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya pada Kamis (4/4) telah memvonis 10 orang tersebut dengan hukuman penjara empat tahun.

“Hal yang memberatkan adalah tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi, serta merusak marwah dan citra DPRD Kota Malang,” kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya Cokorda Gede Arthana saat membacakan amar putusannya.

Dalam amar putusan itu, Mulyanto divonis empat tahun, enam bulan penjara, sedangkan Soni Budiarto dan Teguh Puji masing-masing diganjar empat tahun dan dua bulan penjara. Dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan itu, ketiga terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp200 juta subsider satu bulan penjara.

Sidang yang berlangsung terbuka ini digelar dua kali di ruang Cakra Pengadilan Tipikor Surabaya dengan mendakwa sepuluh orang, yang dilakukan secara bertahap, dengan masing-masing memvonis lima orang. Sementara tujuh terdakwa lainnya, Arief Hermanto, Choirul Anwar, Suparno, Erni Farida, Teguh Mulyono, Choirul Amri, dan Harun Prasojo masing-masing divonis empat tahun satu bulan penjara. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.